Ahok di Bareskrim Mabes Polri

JAKARTA/JNC – Masih ingat kasus UPS atau uninterruptible power supply; perangkat yang “menjaga” komputer tetap on, ketika listrik mendadak off!? Kasus yang kemungkinan bisa menyeret H L dari Tanah Abang menuju bui; juga sejuah orang lain bakalan masuk penjara.

Pihak kepolisian telah meriksa lima orang tersangka; dua mantan anggota DPRD DKI Fahmi Zulfikar dan M. Firmansyah yang diduga melakukan korupsi saat berada di Komisi E DPRD DKI Jakarta. Ketika itu, Fahmi adalah anggota Komisi E, sedangkan Firmansyah Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta. Tersangka dari pihak perusahaan rekanan PT Offistarindo Adhiprima, Harry Lo; dua pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yakni Alex Usman (mantan Kepala Seksi Prasarana dan Sarana pada Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat) dan Zaenal Soleman (mantan Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat).

Majelis hakim Pengadilan Tipikor sudah menjatuhkan vonis kepada Alex Usman 6 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan; dan Zaenal Soleman sudah masuk tahap persidangan. Sedangkan berkas Fahmi Zulfikar dan Harry Lo masih dievaluasi oleh kejaksaan.

Hari ini, 21 Juni 2016, sejak pagi, Ahok kembali memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri untuk memberi keterangan tambahan atau saksi, menyangkut tersangka lainnya. Para tersangka yang “menilep” uang Negaraa pada kasus 49 paket “uninterruptible power supply” (UPS) pada APBDP DKI Jakarta 2014. Setelah memberi keterangan di Mabes Polri, Ahok menjelaskan kepada pers bahwa,

“Ini untuk melengkapi data untuk tersangka DPRD, kasus UPS. Cuma lima pertanyaan saja.

Penyidik meminta keterangan tambahan terkait berita acara pemeriksaannya terdahulu. Penyidik ingin tahu surat yang saya buat sama pak Jokowi dulu.”

Sementara itu, Kepala Subdit V Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri AKBP Indarto, menanyatakan bahwa, “Pemeriksaan tersebut, benar; Ahok diminta keterangan tambahan.

Ahok diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta M. Firmansyah dan anggota DPRD DKI Fahmi Zulfikar.”

ANTARA – JAKARTANEWS.CO

636 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa