Ahok, “Heru Mundur, Isu dari Siapa?”

JAKARTA/JNC. Dua hari terakhir, sejumlah media news online pada berita utama memberitakan bahwa, Heru bakal Kandidat Wagub DKI J keluar dari “Duet Ahok-Heru.” Berita keluarnya Herus tersebut, menurut mereka, akibat “tekanan” kekuatan besar serta tak cocok dengan Bakal Kandidat Gubernur yaitu Basuki Tj Purnama. Kemudian, entah siapa yang memulai, news tentang Heru mundur, diramu oleh Haters Media sebagai suatu kebenaran; dan dishare ke Medsos.

Sayangnya, upaya Haters Media untuk membangun opini berdasar hoax, benci dan kebencian tersebut, tak disambut publik yang cerdas.

Padahal yang terjadi adalah, menurut Heru yang juga Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta, “Saya sudah mundur dari jabatan komisaris PT Delta Djakarta Tbk. Sudah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham.”

Pada RUPS Delta, para pemegang saham menyetujui permintaan pengunduran Heru; kemudian mengangkat Michael Rolandi Cesnanta Brata sebagai Komisaris Utama Perseroan menggantikan Heru Budi Hartono terhitung sejak tanggal 13 Mei 2016.

Selanjutnya Heru yang juga menjabat sebagai komisaris di Bank DKI, menyatakan bahwa, “Kalau Bank DKI, belum. Permintaan pengunduran dirinyaa masuh sedang diproses.
Hingga kini, masih berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) DKI Jakarta.
Berdasarkan aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU), PNS harus mengundurkan diri dari jabatannya jika ingin maju pada Pilkada DKI Jakarta 2017.”

Hoax tentang pengunduran diri dari “Duet Ahok-Heru,” tentu saja sengaja ditiup oleh Haters Media, dalam rangka menggiring perhatian publik agar beralih ke kandidat lain.

Siapa di balik mereka!?
Entahlah …..

Selasa, 31 Mei 2016, di Balai Kota, Ahok membantah kabar calon wakil gubernur yang diusungnya, Heru Budi Hartono, mundur dari pencalonan dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pada tahun 2017 mendatang.

Menurut Ahok,
“Enggak ada ngomong mundur sih. Itu isu dari siapa ya?

Heru hanya keluar dari PT Delta Djakarta karena terlalu banyak memegang jabatan di beberapa instansi seperti di Bank DKI.

Pak Heru cuma bilang suasana politik itu memang agak beda. Sebelum dia bilang nyalon, orang lihat dia juga beda, udah nyalon juga lihatnya beda. Tapi Pak Heru siap kok orangnya.”

Sementara itu, menurut Detik.com, Kandidat calon gubernur DKI Jakarta petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menyatakan bahwa
“Saya suruh tunggu KTP kekumpul dulu. Kalau enggak kekumpul, saya enggak mau.

Dukungan berupa formulir pernyataan dan salinan KTP dikumpulkan oleh pendukung mereka yang tergabung dalam Teman Ahok. Kini jumlah dukungan sudah sampai 900 ribu lebih.

Jumlah dukungan harus sampai sejuta supaya meyakinkan untuk lolos ke Pilgub DKI 2017. Baru setelah pasti sejuta KTP dukungan terkumpul maka Heru akan melepas posisi PNS dengan mantap.

Kalau enggak kekumpul kan sayang. Kan aku syaratkan sejuta (KTP).

Bila tak terkumpul sejuta KTP dukungan maka bisa jadi Ahok-Heru tak maju; khan perjanjiannya mereka (Teman Ahok).

Kini Heru telah mundur dari posisi Komisaris Utama PT Delta Djakarta. Dia juga berproses untuk mundur dari posisi di Bank DKI. Memang untuk maju ke Pilkada, seorang kandidat harus melepas jabatan di BUMD seperti itu. Nanti kalau calon harus lepas semua.”

So, jelas dan cukup menjelaskan tetang isue bahwa Heru keluar dari “Duet Ahok-Heru.”

OPA JAPPY – JNC

795 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa