Ahok Tetap Dipilih, Jika Ia Memilih Parpol

Sebagian besar pemilih petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama tak akan mengalihkan dukungannya, meskipun Ahok, nantinya akan memilih jalur partai politik (parpol) untuk bertarung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017. Hal itu setidaknya tergambar dalam hasil survei keempat yang dilakukan Cyrus Network menjelang Pilgub DKI Jakarta yang dirilis, Jumat 13 Mei 2016.

Hasil survei Cyrus menunjukan,

  • 85 % atau 4 dari 5 pemilh menyatakan tetap mendukung meskipun memutuskan maju melalui jalur parpol
  • 51 % pemilih menyarankan Ahok diusung PDIP

Para pemilih PDIP merupakan kontributor paling besar dalam pengumpulan kartu tanda penduduk (ETC) bagi Ahok untuk bertarung lewat jalur independen. Setidaknya, kata Eko, sebanyak 25 persen dari jumlah KTP dukungan terhadap Ahok merupakan pemilih PDIP. Responden yang sudah memberi KTP, setengahnya pemilih PDIP. Kalau menggunakan asumsi distribusi normal, penyetor KTP melalui Teman Ahok dari PDIP sebanyak 25 persen.

 

Survei Cyrus Network ini dilakukan secara tatap muka dengan melibatkan 1.000 responden yang tersebar di seluruh kelurahan di DKI Jakarta. Menggunakan metode multistage random sampling,tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen dengan margin of error kurang lebih 3,1 persen.

Hasil survei ini menunjukan Ahok masih memiliki elektabilitas yang tinggi dibanding sejumlah nama lain yang disebut akan bertarung dalam Pilgub DKI Jakarta 2017.

Elektabilitas Ahok masih berada pada kisaran 46 persen hingga 56 persen. Ahok masih terlalu kuat untuk dikalahkan kandidat lain. Angka tersebut mulai dari top of mind hingga simulasi empat nama.

Pada simulasi head to head atau satu lawan dengan enam kandidat lainnya, yakni Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra, politisi Partai Gerindra Sandiaga Uno, mantan Menpora Adhyaksa Dault, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, elektabilitas Ahok masih cukup tinggi.

Elektabilitas Ahok, berada pada kisaran 60 persen jika harus head to head dengan Yusril, Adhyaksa, Sandiaga ataupun Djarot. Jika head to head dengan Emil, atau Risma, elektabilitas Ahok masih mencapai sekitar 57 persen.

Gelombang kontroversi yang diberitakan melibatkan nama Ahok belum bisa menggoyahkan pilihan publik>

Suara Pembaruan

Fana Suparman

JAKARTA NEWS

342 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa