Aktivis HAM Meminta PBB Mengeluarkan Arab Saudi dari Dewan HAM PBB


 

JAKARTA/JNC – Dua kelompok hak asasi manusia terkemuka mendesak negara-negara anggota PBB menangguhkan Arab Saudi dari keanggotaan Dewan HAM Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) atas dugaan terlibat pembunuhan warga sipil di Yaman dan represi di dalam negeri.

Amnesty International dan Human Rights Watch, Rabu 29 Juni 2016 akan mulai melobi Majelis Umum PBB untuk mengadakan pemungutan suara untuk menangguhkan keanggotaan Arab Saudi di Dewan HAM PBB. Namun mereka mengakui bahwa hal ini adalah perjuangan panjang. Menurut Wakil Direktur HRW, Philippe Bolopion seprti dikutip AFP, “Selama beberapa bulan terakhir, Arab Saudi telah terlalu memalukan dan tidak layak lagi untuk duduk di Dewan Hak Asasi Manusia.”

Kedua lembaga mengatakan Arab Saudi melancarkan 69 serangan dan membunuh 913 warga sipil, menyerang sekolah, rumah sakit, rumah, pasar, dan masjid di Yaman.

Human Rights Watch menuduh Arab Saudi menyerang warga sipil dalam perang di Yaman, menggunakan bom cluster atau bom tandan yang dilarang oleh konvensi internasional; juga menutup pelabuhan yang mencegah masuknya barang-barang kebutuhan pokok ke Yaman.

Seruan bersama juga menyoroti Arab Saudi, pemimpin koalisi Arab yang melakukan serangan udara terhadap pemberontak Syiah Houthi dan sekutu mereka di Yaman.

Koalisi ini mendukung Presiden Yaman, Abedrabbo Mansour Hadi, dalam perang yang menurut PBB telah menewaskan lebih dari 6.400 orang, sejak Maret 2015. Separoh dari korban adalah warga sipil.

Pembunuhan Warga Sipil
Juga menurut Philippe Bolopion, “Arab Saudi adalah liga itu sendiri; Kerajaan tersebut semakin jauh dalam pembunuhan dengan cara yang tidak ada di negara lain yang mampu lakukannya.

Kelompok-kelompok hak asasi menuduh Arab Saudi telah menggunakan posisinya sebagai anggota Dewan HAM untuk memblokir penyelidikan internasional yang independen atas kejahatan perang di Yaman.

Riyadh ditekan Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, untuk menghapus koalisi itu dari daftar hitam pelanggar hak anak, dan diancam Arab Saudi akan menarik dana untuk program bantuan PBB.

Bantahan Arab Saudi
Menurut Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir, membantah telah menggunakan taktik tekanan dan menegaskan koalisi tidak sengaja menargetkan warga sipil di Yaman. Menurutnya, “Tuduhan tersebuat sangat keterlaluan. Koalisi sangat berhati-hati dalam memilih target. Kami tidak membahayakan warga sipil.”

Menekan Aktivis HAM
Amnesty International mengatakan pemerintah Saudi telah secara brutal menindak perbedaan pendapat di dalam negeri dan wilayah dengan eksekusi atas pelanggaran yang menurut hukum internasional tidak seharusnya dihukum dengan hukuman mati.

Sejak 2013, semua pembela hak asasi manusia terkemuka di Arab Saudi telah dijebloskan ke penjara, terancam menjadi bungkam atau terpaksa meninggalkan negara itu, kata Richard Bennett, Direktur Amnesty PBB.

Tidak Mudah
Arab Saudi dipilih oleh Majelis Umum PBB tahun 2013 untuk duduk di dewan beranggota 47 negara. Suara mayoritas dua pertiga diperlukan untuk mengeluarkan dari anggota Dewan. Namun kelompok hak asasi dan diplomat di PBB mengakui hal itu akan tidak mungkin bisa diwujudkan.

Libya adalah satu-satunya negara yang pernah diskors dari Dewan HAM dengan pemungutan suara yang diselenggarakan tahun 2011, sebagai protes keras atas tindakan Presiden Moamer Kadhafi terhadap demonstran.

Kelompok-kelompok hak asasi mengatakan Arab Saudi telah berhasil lolos dalam pelanggaran tersebut karena dukungan dari Amerika Serikat dan Inggris.

Direktur HRW untuk Timur Tengah, Sarah Leah Whitson, mengatakan Amerika Serikat dan Inggris telah “melewati batas untuk menjadi bagian dari perang” di Yaman ini dengan menyediakan senjata dan mendukung operasi.

Kelompok hak asasi meminta Pentagon untuk memberikan informasi tentang bagaimana pihaknya mendukung koalisi dalam memilih target, kata Whitson.

Bentuk bantuan militer akan membuat Amerika Serikat terlibat dalam kejahatan perang, katanya.

SATUHARAPAN
http://www.satuharapan.com/read-detail/read/aktivis-minta-saudi-dikeluarkan-dari-dewan-ham-pbb

553 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa