“Apakah Quran, Nabi, MUI Melarang Bersahabat dengan Mereka yang Beda Iman?”

Tanya, “Apakah Quran, Nabi, MUI Melarang Bersahabat dengan Mereka yang Beda Iman?”

๐Ÿ˜•๐Ÿ˜•๐Ÿ˜•๐Ÿ˜•๐Ÿ˜•

Pada persidangan Ahok (28/2), Rizieq Shihab mengakui bahwa surat Al Maidah (51) dalam Al Quran tidak memuat secara tegas larangan memilih pemimpin Nasrani.

Menurut Rizieq, Al Maidah 51 memuat larangan memilih pemimpin Nasrani hanyalah SALAH SATU INTERPRETASI dari sejumlah interpretasi lainnya.

Pernyataan Rizieq ini secara tidak langsung membantah Pendapat dan Sikap MUI (Oktober 2016) yang menyatakan Al Quran secara eksplisit memuat larangan bagi umat Islam memilih pemimpin Nasrani. Yang jadi kunci pokok dalam perdebatan Al Maidah (51) adalah kata โ€˜awliyaโ€™. Al Maidah 51 memuat perintah agar umat Islam tidak memilih โ€˜awliyaโ€™ Nasrani.

Dari tafsir ayat ini, MUI mendorong diadukannya Ahok sebagai tersangka penistaan agama.

Menurut MUI, kata โ€˜awliyaโ€™ di sana adalah โ€˜pemimpinโ€™. Karena itu menurut MUI, Islam secara tegas melarang kaum muslim memilih pemimpin (awliya) Nasrani.

Penjelasan Rizieq Shihab BERTENTANGAN dengan sikap keagamaan MUI.

Menurut Riziq, para ulama selama ini bersepakat bahwa โ€˜awliyaโ€™ Al Maidah 51 bisa diterjemahkan sebagai
1. Pemimpin
2. Teman Setia
3. Orang Kepercayaan
4. Penolong
5. Pelindung

Rizieq menafsirkan Al Maidah 51 memang melarang memilih pemimpin Nasrani. Dengan argumen โ€˜โ€Kalau menjadi teman setia saja sudah tidak boleh, apalagi menjadi pemimpin.โ€

Dari posting Dr Armando Ade di Grup WA INDONESIA HARI INI, ada penjelasan berikut,

Argumen semacam ini jelas mengandung kelemahan. Seorang teman setia adalah orang yang kepadanya kita bisa mempercayakan apapun, termasuk rahasia atau harta benda kita.

Sementara pemimpin seperti Gubernur hanyalah sekadar administrator yang bekerja karena kita gaji.

Apalagi banyak ahli agama yang menyatakan bahwa ayat itu diturunkan dalam konteks peperangan di masa Nabi melawan musuh-musuhnya. Karena itu larangan tersebut sebenarnya tidak relevan dalam konteks pilkada yang damai.

Bagaimanapun, pada dasarnya tidak ada pihak yang bisa mengklaim mana yang lebih benar karena itu semua tentu bergantung pada penafsiran orang yang bisa berbeda-beda.

Dengan demikian, sekarang jelas bahwa TIDAK ADA LARANGAN TEGAS DALAM ALQURAN BAGI UMAT ISLAM UNTUK MEMILIH PEMIMPIN NASRANI.

Mudah-mudahan umat Islam di Indonesia tidak mudah dibohongi dengan penyesatan yang dilakukan kelompok-kelompok yang memanipulasi agama untuk kepentingan politik sempit.

โœŒโœŒโœŒโœŒ
Itu, dalam kaitan dengan Pilkada DKI Jakata, bagaimana jika Al Maidah diterapkan pada interaksi sosial Muslim/mah?

Pada Interaksi Sosial sering terjadi aneka hubungan timbal balik antar manusia, yang juga beda iman dan agama.

Pada konteks dan sikon itu, apakah penerapan Al Maidah 51 juga diberlakukan?

Jika, ya
Dampaknya gimana?

Jika, tidak
Solusinya?

JAKARTA NEWS
Jappy Pellokila | Opa Jappy

51,833 kali dilihat, 32 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa