Ayat-ayat Kitab Suci “Dipaksa” Mendukung Pilihan dan Penolakan Politik

12376679-904814849616138-8860154476078979404-n-56fcf3d4c322bd0e1047d8b7

JAKARTA/JNC. Seru dan semakin seru; seru di Dumay Jakarata. Itulah terjadi di sejumlah kalangan umat beragama (Katolik, Protestan, dan Islam). Sejumlah kalangan atau umat Islam dan Kristen Fundamentalis, terutama di Dumay, seakan saling berhadaoan dengan amunisi masing-masing.  Percaya atau tidak, kedua kubu mendukung dan menolak Bakal Kandidat Gubernur DKI Jakarta, sama-sama gunakan  sejumlah ayat atau teks Kitab Suci.

Penolak Basuki Tj Purnama menyerang pendukung dan pengusung Ahok dengan sejumlah teks Qur’an, bahkan tertuju juga kepada Gubernur DKI Tersebut. Sementara itu, para pengusung dan pendukung Ahok, membalasnya dengan  hasil refleksi dari teks-teks Alkitab, atau bahkan menulis ayat Alkitab.

Mereka, pendukung dan penolak, sama-sama menempuh jalan praktis; yang penting bisa mendukung penolakan terhadap Ahok; dan pengusungnya juga sama, yang penting bisa menjawab.  Walau pengambilan teks-teks Kitab Suci, jika dipahami sesuai konteks dan holistik,  maka tidak bersifat mendukung atau menolak Bakal Kandidat Kepada Daerah.

Para kerangka itu, agaknya umat beragama lupa bahwa memahami teks KS, tak semudah, sepraktis membawa ke mana-mana dan membaca kapan pun jika mau serta bisa baca di semua tempat. Teks KS tak bisa dipahami dengan cara sekali pandang dan baca; kemudian, (meng)ambil kata-kata yang telag dibaca tadi untuk menyerang agama (dan ajaran agama) yang lain. [Hal seperti ini, yang paling sering ditemukan pada/dalam komentar dan posting di situs/web/blog, chat room, serta jejaring sosial]

Selanjutnya baca di Frame Kompasiana

675 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa