Basuki Djarot Centre

BASUKI DJAROT CENTRE

Hasil pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta yang dilakukan pada tanggal 15 Feb 2017, bisa dipastikan bahwa perolehan suara pasangan Basuki Tj Purnana dan Djarot Saeful Hidayat belum mencapai jumlah yang ditetapkan Undang-undang agar mereka ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur. Setelah melakukan sejumlah analisis berdasar data serta fakta yang ada, maka ditemukan banyak faktor yang menyebabkan jumlah perolehan suara pasangan Basuki-Djarot tidak mencapai target.

Faktor-faktor penyebab tersebut, ada di Panitia Penyelenggara, kinerja Tim Pasangan Basuki-Djarot, Relawan dan Pendukung, para Pemilih, dan lain sebagainya. Kesemuanya saling terkait satu sama lain, sehingga terjadi sejumlah kekurangan, kecurangan, pelanggaran pada proses pemungutan dan perhitungan suara. Hal tersebut, terbukti dengan adanya puluhan laporan serta proses dari masyarakat ke Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta, bahkan bisa berlanjut pada ke ranah Peradilan.

Berdasar hal-hal di atas, sejumlah pribadi dan komunitas relawan yang tetap komitment dan terpanggil untuk memenangkan pasangan Basuk-Djarot pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Komitmen dan keterpanggilan itu melalui konsolidasi, penyatuan tekad, dan berbagai persiapan, program, serta langkah-langkah strategis lainnya yang harus dikerjakan pada proses putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

Dan, agar semua program serta kegiatan bisa terkoodinir dengan baik, benar, serta mencapai sasaran, serta mencapai tujuan, maka, kami, menggagas suatu wadah kegiatan dan karya bersama yang disebut Basuki Djarot Centre.

Basuki Djarot Centre, selanjutnya BDC, tidak dibentuk untuk mengambil alih kegiatan Tim Pemenangan serta Parpol pedukung pasangan Basuki Djarot, tapi berupaya mengisi “cela dan kekosongan” yang tak diisi oleh mereka. Dengan demikian, BDC menempatkan diri sebagai Mitra dari Tim Pemenangan Basuki Djarot yang telah ada sebelumnya.

Oleh sebab itu, kerja, kegiatan, karya BDC, sedapat mungkin harus berkolaborasi dengan Tim Pemenangan Basuki Djarot, sehungga tidak terjadi tumpang tinggi di suatu arena dan area publik atau komunitas masyarakat DKI Jakarta.

Selanjutnya, relawan-relawan yang bergabung di BDC akan dipersiapkan dan mendapat pembekalan secara intensif, agar mereka lebih mampu dan bisa melakukan terobosan-terobosan serta pendekatan yang efektif ke warga DKI Jakarta agar memilih pasangan Basuki Djarot pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

Untuk itu, BDC dilengkapi dengan sejumlah fasilitas penunjang, seperti kantor, posko, staf administrasi, atribut, dan lain sebagainya; termasuk di dalamnya Kepengurusan yang efektif dan Tim Advokasi.

Jappy M Pellokila | Opa Jappy
Penggagas BDC

81,054 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa