BBD di Madinah, Qatif, Jeddah, dan Solo, Suatu Uji Coba yang Gagal

160705021840_bom_solo_640x360_nurul

JAKARTA/JNC – Kemarin, 4 Juli dan hari ini, 5 Juli, jutaan mata masih terpaku di depan TV, melihat semaraknya perayaan Happy Birth Day Uncle Sam, tiba-tiba ada breaking news tentang ledakan bom diri di Madinah, Qatif, dan Jedah. Peristiwa yang korbannya tak seberapa, namun trending topic, sebab terjadi jelang Idulfitri dan di wilayah yang tingkat penjagaan keamanan cukup tinggi.

Dan, ketika publik Nusantara sibuk dengan berbagai analisis serta silang pendapat tentang bomber di Arab Saudi, di halaman rumah sendiri terjadi upaya menyerang Polisi melalui BBD, Bom Bunuh Diri.

Solo bergetar, karena ledakan di sana. Media memalingkan perhatian dari Arab Saudi menuju Surakarta, kotanya para raja di Jawa Tengah.

Sekitar pkl 07.35 WIB, Seseorang, belakangan diketahui bernamaNur Rochman, asal Salo, dengan sepeda motor, menerjang pintu dan pos penjagaan Mapolresta Solo dari Bom. Ia memaksa masuk ke Mapolresta Solo, Jl Adi Sucipto, Solo, namun dicegat personel polisi yang berjaga. Ia melarikan diri, namun dikejar oleh anggota Polisi. Beberapa saat kemudian bom diledakkan pelaku.

Si Bomber tewas di tempat, motornya hancur, anggota polisi Bripka Bambang Adi “hanya” luka ringan.

Siapa dia, si pelaku pembom bunuh diri!? Ia tak sempat ditanya, karena sudah berpindah ke Surga, dan sementara bersenang-senang dengan puluhan bidadari. Hasil analisa BIN, si pelaku adalah simpatisan ISIS. Tapi, siapa tahu, mungkin saja ada kelompok lain; kelonpok yang berhubungan dengan pembom di Madinah, Jeddah, Qatif.

Ada hubungan atau tidak, bom bunuh diri di Solo, Qatif, Madinah, dan Jeddah, dan juga di Dakka, Bangsladesh, mempunyai kesamaan. Sama-sama pada saat Ramadhan, ketika umat Islam sementara melakukan ibadah puasa. Juga, ledakan di Madinah, Jeddah, Qatif dan Solo, tergolong “kecil;” dilakukan oleh satu orang pada masing-masing lokasi, pelaku tewas di tempat, dan korbanya tak seberapa.

Timbul tanya, mengapa pelaku begitu “amatir!?” Ia serahkan nyawa dengan hasil yang sangat minimalis!?

Sulit menemukan jawaban yang pasti.

Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa rangkaian BBD, Bom Bunuh Diri di Madinah, Jeddah, Qatif, dan Solo, adalah uji coba yang gagal total.

Para pelaku BBD, hanyalah “anak bawang” or trainer yang dilepas untuk uji kesiapan aparat, dan lihat celah kekurangan dari persiapan rencana aksi yang lebih besar dan dasyat.

Mungkin saja, saat ini, kelompok besar tersebut sementara melakukan evaluasi dan analisis terhadap uji cobat yang dilalukan. Siapa tahu!?

Perintah Presiden Jokowi
Dari Padang Sumbar, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa,

“Tadi saya mendapatkan laporan tentang aksi bom bunuh diri di Mapolresta di Solo. Aparat sudah bisa mengendalikan keadaan.

Karena keadaaan sudah terkendali, masyarakat tetap tenang dan juga juga tetap waspada.

Karena besok adalah Hari Raya Idul Fitri. Dan hari Selasa ini merupakan hari terakhir Ramadhan.”

OPA JAPPY – JAKARTANEWS.CO

621 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa