Berita Kematian Walikota Pekalongan jadi Tren di Google

JAKARTA–News tentang kematian Walikota Pekalongan, membuat sedih berbagai kalangan; ia disebut sebagai Walikota yang dicintai rakyat dan berprestasi.

Di samping itu, ia diingat sebagai Walikota yang  Tegas dan Jujur karena pernyataan kontroversial “Tak Beri Izin Pendirian Tempat Ibadah Selain untuk Agama Islam.”

Pernyataan Walikota Pekalongan tersebut, termasuk berani dan jujur. Ya, daripada pura-pura mendorong umat urus ijin pembangunan gedung gereja, kemudian dipersulit, maka lebih baik tak perlu minta izin; sebab bakalan tak diizinkan.

Sayangnya, Walikota yang Islamis ini mati mendadak.

Baca

Setelah kematian Walikota Pekalongan, News di atas menjadi Google Tren.
😭😭😭😭

Liputan6.com -Kematian Wali Kota Pekalongan, Achmad Alf Arslan Djunaid, mengejutkan banyak kalangan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam RSUD Bendan, Kota Pekalongan, dr Kukuh Subekti, Kamis 7 September 2017,

“Berdasarkan pemeriksaan medis yang dilakukan tim dokter RSUD Bendan, beliau (Wali Kota Pekalongan) karena menderita sakit.

Pertama kali datang ke RSUD Bendan, kondisi Wali Kota sudah tak sadarkan diri. Datang ke instalasi gawat darurat (IGD) oleh perawat yang mengantar dalam kondisi terbaring tertelungkup dan tak teraba nadi. Selanjutnya, tim dokter melakukan resusitasi jantung dan paru-paru selama dua jam setengah.

Usai tim dokter menjalankan resusitasi yang terakhir kalinya dilakukan oleh pimpinan kelompok penanggulangan tanggap darurat RSUD Bendan, dr Bima spesialis jantung, wali kota yang akrab disapa Alex itu dinyatakan meninggal dunia, pada Kamis sore tadi sekitar pukul 15.30 WIB.

Berdasarkan pemeriksaan tim medis RSUD Bendan, ada dua kemungkinan penyebab meninggalnya Alex.

Pertama, terjadi sumbatan jantung di koroner dan kedua, sumbatan pembuluh darah di otak karena terlepasnya jendalan darah yang entah asalnya dari mana.

Sebelum meninggal dunia, Alex tak memiliki riwayat penyakit jantung. Semua terjadi begitu saja. Berdasarkan teori buku dan teori, jika ada kejadian seperti itu hanya ada dua kemungkinan, pertama lepas gumpalan darah dan menyumbat ke pembuluh jantung dan menyumbat di batang otak.

Kemungkinan seperti itu yang paling sering dianggap sebagai penyebab kematian secara mendadak.”

Namun, tim dokter menepis dugaan penyebab kematian Wali Kota Pekalongan karena faktor kelelahan.

 

Opa Jappy
JAKARTA NEWS | CODE 25 015 05

35,063 kali dilihat, 90 kali dilihat hari ini

Share Button

REDAKSI

Suarakan Kebebasan