Bom di Madinah, Qatif dan Jeddah; ISIS Diibliskan, Kafir Disalahkan

JAKARTA/JNC – Dua hari jelang Idulfitri, Senin 4 Juli 2016, tanpa diduga, terjadi serangan bom bunuh diri mengguncang Arab Saudi, yakni di Madinah, Qatif dan Jeddah. Peristiwa tersebut, walau korbannya tak seberapa, namun trending topic, sebab terjadi jelang Idulfitri dan di wilayah yang tingkat penjagaan keamanan cukup tinggi.

Indentitas Pelaku.
Menurut Detik Com yang mengutip Saudi Press Agency, Juru Bicara Keamanan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan bahwa,

“Pelaku bom bunuh diri di Jeddah adalah ekspatriat asal Pakistan bernama Abdullah Qalzar Khan, seorang sopir pribadi. Abdullah Qalzar Khan lahir di Pakistan 15 September 1981. Dua belas tahun lalu bekerja dan tinggal di Jeddah bersama istri dan orang tuanya. Abdullah Qalzar Khan melakukan bom bunuh diri Senin 4 Juli pukul 02.00 waktu setempat; lokasi parkiran rumah sakit di dekat gedung Konsulat Amerika Serikat di Jeddah. Abdullah Qalzar Khan tewas dan dua orang petugas kepolisian luka-luka.

Bom bunuh diri Madinah. Pengebom bunuh diri tewas setelah meledakkan diri di pos keamanan di dekat Masjid Nabawi, sesaat setelah buka puasa. Lima orang tewas, pembom bunuh diri dan 4 orang pasukan; 5 orang pasukan keamanan lainnya luka-luka.

Ledakan Bom di Qatif, kota yang pendudukanya mayoritas Syiah. Ledakan terjadi dekat masjid Syiah. Pembom bunuh diri  tewas di lokasi kejadian, dan tidak ada warga yang menjadi korban.

Pelaku bom bunuh diri di Madinah dan Qatif belum teridentifikasi.”

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di dua hari jelang Idul Fitri.

Tanggapan NU dan Muhammadiyah

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, “Bahwa segala bentuk tindakan kekerasan yang mengatasnamakan dakwah dengan cara kekerasan bukan ciri Islam yang Rahmatan Lil alamin. Islam mengutuk kekerasan. Bahkan tidak ada satupun agama dan ideologi di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan. Umat Islam umumnya ikut merasakan kepedihan yang sangat luar biasa atas kejaidian bom bunuh diri di Madinah.
Nahdlatul Ulama (NU) mendesak pihak-pihak terkait, terutama kepada komunitas Internasional, PBB, dan juga OKI untuk segera mengusut dan menindak tegas pelaku pengeboman di Madinah tersebut. Kekerasan dalam bentuk apapun dan dengan motif bagaimanapun tidak dibenarkan, sebab ia mencederai kemanusiaan.”

PP Muhammadiyah mengutuk keras terjadinya bom bunuh diri di Madinah, Jeddah, dan Qatif. Pelakunya disebut melakukan tindakan biadab.
Tindakan tersebut menodai kota suci Madinah pada saat bulan Ramadan.
Tindakan tersebut merupakan bentuk kemunkaran yang dimurkai Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Pelaku, dalang, serta kekuatan di belakangnya merupakan sosok-sosok paranoid yang menghancurkan keluhuran agama, moral, dan kemanusiaan universal.
Bom bunuh diri adalah cermin manusia tidak beriman dan zalim yang merusak kehidupan. Siapapun dan atas nama apapun tidak boleh menoleransi perbuatan keji tersebut, sebaliknya segala tindakan teror itu harus dikecam seluruh dunia.
Segenap bangsa dan negara harus bersatu melawan teroris dan kekuatan yang ada di belakangnya sebagai musuh bersama. Harus ada tindakan bersama antarnegara dan bangsa menghadapi terorisme.
Dunia Islam harus bersatu melawan segala bentuk terorisme dan organisasi yang berada di belakangnya agar tidak menjadi area penghancuran masa depan bangsa dan negara di kawasan ini yang muaranya menghancurkan peradaban Islam.

 

Suara Nitizen
Berita bom yg terjadi di Madinah tadi saat berbuka tersebar secepat kilat ke seluruh penjuru dunia.

Suara Nitizen Indonesia, seperti biasa, seakan mereka ada di lokasi kejadian serta tahu segala hal; hal tersebut nampak pada komentar, opini, posting di Medsos.

Misalnya, “pesan berantai” yang didapat melalui WA berbunyi, “Kemudian, yakinlah rekayasa dan konspirasi kaum kafir dan para bonekanya, ….”

Ada yang langsung menuding bahwa pelakunya adalah Iblis ISIS; juga bahwa, Si Pembom adalah agen dan konspirasi asing untuk merusak kesucian Ramadhan.

Bahkan ada Nitizen yang menyampaikan bahwa berita bom tersebut sengaja dibesar-besarkan atau blow up, agar umat tak merayakan Idul Fitri dengan semarak. Walah!!!

OPA JAPPY – JAKARTANEWS.CO

1,040 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa