BPBD DKI, “Penyebab Air Laut Menerjang Kawasan Pantai Mutiara BUKAN karena Reklamasi”

JAKARTA/JNC. 3 Juni 2016, sekitar jam 20.00 WIB, tak diduga oleh siapa pun, tiba-tiba air laut menerjang kawasan Pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Cuaca di Jakarta, tak ada badai dan hujaan deras, cuma gerimis di kawasan selatan. Namun muncul serangan air bah dari laut, menerjang kawasan kumuh, mewah, dan super mewah di pinggir pantai Jakarta.

Foto-foto dari lokasi terjangan air laut bertebaran di Twitter, WA, FB, dan lain sebagainya; diikuti dengan nada prihatin serta “syukurin,” bahkan ada juga umpatan terhadap mereka yang menjadi korban serangan air bah, khususnya orang-orang kaya; mereka bersyukur karena “kaum kaya kena tulah.”

Lebih aneh dan lucu lagi, sejumlah haters meramaikan Dumay dengan menyatakan bahwa tanggul jebol sehingga air laut menerjang Pantai Mutiara dan sekitarnya akibat salah Jokowi serta reklamasi pantai; ya semua salah Jokowi, semua salah Ahok. Kelucuan berdasar kebodohan para haters tersebut, ternyata diterima para umat dan pengikut mereka yang juga bodoh dan dungu; mereka pun sebarkan di Medsos.

Itulah sekte Salawi, semua salah Jokowi; itulah Ahok Haters, semua salah Ahok

Begitu cepat terjadi simpang siur serta kehebohan di Dumay yang penuh hoax serta bully.

Lalu, apa yang menyebabkan air laut menerjang sebagian kecil Jakarta Utara tersebut!?

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Denny Wahyu, menjelaskan kepada Media, 4 Juni 2016,

“Banjir ini tak ada hubungannya dengan keberadaan reklamasi Teluk Jakarta.

Banjir rob ini adalah murni karena siklus air laut yang sedang pasang.

Air pasang yang tinggi pada pukul 19.00 WIB. Tinggi Muka Air di Pasar Ikan mencapai 245 cm. Dan kemudian terjadi retakan di tanggul yang kemudian menyebabkan tanggul jebol.

Jadi, Bukan karena reklamasi. Ini karena memang siklusnya masuk pasang tinggi.”

Monggo, semoga kita yang masih waras, tidak ikuti pemikiran, opini, dan hasil analisa mereka yang tak waras.

OPA JAPPY – JAKARTA NEWS

1,543 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa