Bunga untuk Badja, Ide Relawan Cinta Ahok

Empat orang ini memulai gerakan mengirim “bunga” untuk Ahok
Kamis, 27 April 2017 17:14 WIB
Oleh Hanni Sofia Soepardi

Jakarta (ANTARA News) – Tidak banyak yang mengetahui siapa yang memulai gerakan mengirimkan bunga ucapan terima kasih untuk Ahok-Djarot tapi baik Jappy M. Pellokila, Todora Radisic, Roostien Ilyas, dan Susi Karina memulai langkah itu sebagai bentuk dukungan moril untuk Ahok-Djarot.

Jappy M. Pellokila adalah founder dan perintis grup Indonesia Hari INI (IHI) sedangkan Todora Radisic adalah Ketua Relawan Cinta Ahok (RCA), dan Roostien Ilyas adalah anggota IHI yang kemudian turut bergabung Susi Karina dari Gerakan Damai Nusantara.

Jappy M. Pellokila di Jakarta, Kamis, mengatakan ide untuk mengirimkan bunga kepada Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat awalnya dimaksudkan sebagai dukungan moril kepada Ahok dan Djarot dari para pendukungnya.

Rencana itu sudah dilakukan sejak Sabtu, tanggal 22 April 2017.

“Kita berencana ramai-ramai kirim bunga papan ke Balai Kota, buat Pak Ahok dan Pak Djarot. Untuk mengungkapkan rasa terima kasih kita terhadap usaha dan kerja Pak Ahok selama menjabat, ucapan semangat, dan kebanggaan kita pada beliau,” kata Jappy.

Ia menambahkan, para pendukung Ahok di lapangan sangat bangga meskipun Ahok kemudian gagal kembali terpilih sebagai Gubernur DKI.

“Jadi kami secara pribadi maupun kolektif secara serentak sepakat untuk mengirimkan bunga pada 26 April 2017 sebagai bentuk simpati dan dukungan moril kami. Mudah-mudahan hal ini bisa membangkitkan semangatnya,” katanya.

Pada awalnya rencana untuk ramai-ramai mengirimkan bunga tersebut disebarkan secara terbatas di grup whatsapp IHI.

Roostien menghubungi Jappy yang kemudian berkoordinasi dengan Todora dan Susi, setelah itu keempatnya menyebarkan rencana tersebut di grup media sosial mereka.

Jappy pun tidak menyangka jika pada akhirnya kiriman karangan bunga tersebut mencapai ribuan dan memenuhi kawasan Balai Kota hingga sekitarnya.

“Kami ingin memelopori agar setiap tanggal 19 ada kiriman bunga di Balai Kota sampai Oktober 2017 atau sampai berakhirnya masa tugas Pak Ahok dan Pak Djarot,” katanya.

Karangan bunga yang dikirim warga DKI Jakarta untuk pasangan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan wakilnya Djarot Saiful Hidayat membanjiri trotoar sepanjang Jalan Merdeka Selatan pada 26 April 2017 dengan pemberitaan yang viral di media sosial termasuk dijadikan ajang foto bagi masyarakat Jakarta yang melintas.

Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Catatan Pertama
Diskusi Virtual antara saya (Jappy M Pellokila atau Opa Jappy dan Ibu Roostien Ilyas

[22/4 16:50] Roostien: Buat teman2 yang mau memberikan dukungan moril terhadap Pak Basuki & Pak Djarot.

[22/4 16:53] Anda: Setangkai Bunga untuk Ahok. Hubungi Todora, untuk koordinasi. Broadcast ke publik nama Bu Roostien dan Todora, jangan saya.

[22/4 16:55] Roostien: Buat teman2 yang mau memberikan dukungan moril terhadap Pak Basuki & Pak Djarot.
Kita berencana ramai2 kirim bunga papan ke balai kota, buat pak Ahok & pak Djarot.
Utk mengungkapkan rasa terima kasih kita terhadap usaha dan kerja pak Ahok selama menjabat , ucapan semangat, dan kebanggan kita pada beliau.
Apapun hasilnya kita bangga sama pak Ahok and mendoakan yg terbaik buat beliau. Dikirim hari RABU depan 26 Apr, yuk kompakan ✌✌✌

Boleh secara pribadi/ kolektif tujuan nya kita mau penuhin Balai Kota dengan bunga simpati memberikan dukungan moril kita.

Mudah2 an hal ini bisa membangkitkan semangat nya.

Bisa di arrange masing2 langsung kl berminat ya langsung kirim ke Balai Kota. Hari nya Rabu 26 Apr ya.

Bisa bantu juga mungkin ajak teman2 simpatisan pak Ahok di group lain, please.

Thank you semuanya….

Salam.

Roostien Ilyas & Todora

[22/4 16:57] Anda: Bagus. Nanti tanbah dari Gerakan Damai Nusantara, Christine Sudiyono atau Susi Karina

[22/4 16:59] Roostien: Aku maunya IHI pelopori tiap bulan di tgl 19 ada kiriman bunga di Balaikota sampai Oktober.

[22/4 17:00] Anda: Setuju, nanti saya minta Dora dan kawan-2 untuk kerjakan.

Catatan Kedua

Setelah koordinasi antara Roostien, Todora, Susi Kirana, kemudian mereka laporkan ke saya, detail kegiatan.
Yaitu, “Siar kegiatan bunga untuk Ahok” ke publik melalui WA dan FB dilakukan oleh Roostien Ilyas, Opa Jappy – Indonesia Hari Ini; Todora Radisic – Relawan Cinta Ahok; danSusi Karina – Gerakan Damai Nusantara; Opa Jappy menyiapkan Pernyataan Pers.

Sementara itu, publik yang mendapat “siar kegiatan setangkai bunga untuk Ahok,” mulai mengirim bunga ke Balai Kota.

Beberapa rekan jurnalis dari Aliansi Media Online menghubungi saya, dan melaporkan bahwa Bunga untuk Ahok tak Setangkai, tapi papan atau krans bunga.

Dari dua catatan di atas, jelas bahwa Bunga untuk Ahok atas inisiatif warga atau pendukung Basuki Djarot.

Mengalirnya bunga ke Balai Kota mulai 22 April malam (hingga saat ini), ketika saya di Balai Kota, Rabu 26 April, halaman Pendopo sudah penuh bunga.

Ahok belum tiba. Warga sabar menanti. Menanti sosok yang tak terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta, (lihat video).

Bunga untuk Basuki Djarot I https://youtu.be/J9YbcXbnrIk
Bunga untuk Basuki Djarot II

Agaknya banjir bunga dan massa di Balai Kota DKI, telah membuat sekelompok orang iri hati membuat “WA Chat Palsu,” seolah-olah dari Basuki Tj Purnama. Sehingga saya harus menypaikan ke media bahwa, “Sehubungan dengan beredarnya “screen shoot” yang berisi Pengiriman Bunga ke Balai Kota DKI atas rekayasa Basuki Tj Purnama, maka saya tegaskan bahwa hal tersebut adalah FITNAH yang sangat keji.” Saya meminta ke rekan-rekan jurnalis untuk “klarifikasi” dan juga pendukung Badja sebarkan ke medsos.

Bagi para pendukung Badja, penyerahan bunga ke Pak Basuki dan Djarot, merupakan tanda bahwa mereka masih ada. Sekaligus menyatakan kerterpihakan mereka pada Basuki – Djarot.

Bunga-bunga tersebut adalah ungkapan rasa terima kasih terhadap usaha dan kerja Pak Ahok – Djarot selama menjabat; serta sebagai ucapan semangat, dan kebanggaan kepada Basuki Djarot.

Para pendukung Ahok di lapangan sangat bangga meskipun Ahok kemudian gagal kembali terpilih sebagai Gubernur DKI.

Kebanggaan tersebut tak pernah hilang dimakan waktu; Badja tetap ada di semua hati.

Opa Jappy | Jakarta News

5,416 kali dilihat, 23 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa