Cegah Anak Jadi Korban Pedofile | Orang Tua Harus Batasi Publish Foto Anak di Medsos

Antisipasi Pedofile | Orang Tua Harus Batasi Publish Foto Anak di Medsos.

😈😈😈😈
Subdirektorat Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membongkar jaringan pornografi anak melalui grup Facebook yang terhubung dengan sindikat internasional di sembilan negara.

Grup dengan nama ‘Official Loly Candy’s Group 18+’ berdiri sejak September 2016.

Grup tersebut beranggotakan 7.497 orang. Anggotanya WNI dan warga negara asing yang memiliki orientasi seksual yang sama.

Untuk menjadi member harus mengupload foto or video tindak pedofile atau ML dengan anak di bawah umur.

Luar biasa gila.

😈😈
Terbongkarnya Kelompok Pengidap Sexual Abnormal tersebut, tak begitu membuat publik heran atau pun terkejut; karena sudah bukan rahasia.

Hal-hal seperti itu, seringkali diselesaikan secara “kekeluargaan” dengan berbagai alasan.

πŸ‘ͺπŸ‘ͺπŸ‘ͺπŸ‘ͺπŸ‘ͺ
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam,
“Orang tua harus memahami apa itu bermedsos dan media berbasis siber.

Tidak semua yang baik menurut kita pantas dilakukan di media sosial karena media sosial akan mudah diakses oleh seluruh orang.

Kita harus tutup peluang tindak kejahatan akibat kita beraktivitas di media sosial karena media sosial untuk pertemanan dan komunikasi, bukan umbar hal-hal privat ke publik

Pentingnya tanggung jawab orang tua dalam mengawasi perilaku anak, khususnya dalam bermain media sosial. Ada batasan usia minimum untuk menggunakan media sosial.

Peran orang tua, di samping secara aktif, juga memastikan usia layak untuk menggunakan, misal Facebook harus ada usia minimum.

Jangan sampai karena faktor gagah-gagahan atau sosial memanipulasi usia sehingga bisa berdampak pada keselamatan anak. Seperti ini orang tua punya tanggung jawab.

Orang tua memberi edukasi kepada anak saat menggunakan gadget. Situs-situs berkonten pornografi juga harus diblok agar anak-anak tidak terpengaruh.

Saat memberi fasilitas gadget dan sejenisnya dengan memberikan pemahaman mengenai penggunaan untuk hal yang positif.

Mengantisipasi dampak buruk dengan ada parental guidememblok beberapa akses terhadap situs yang berbahaya, bisa situs pornografi, kekerasan, dan lain sebagainya.

Sebagai langkah antisipasi, penggunaan media sosial bagi anak di bawah umur harus diawasi.

Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist M Sirait,

“Orang tua tidak perlu membuat akun media sosial. Itu berlebihan, anak-anak memang membutuhkan informasi, tapi harus sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan anak. Boleh saja komunikasi, tetapi tidak harus membuat akun Facebook.

Demi penyelamatan anak-anak seperti memberikan detail si anak itu seperti apa, itu nggak perlu.

Fungsi keluarga, sangat berdampak terhadap tumbuh kembang anak. Orang tua harus waspada terhadap perubahan perilaku anak.

Saya mengimbau masyarakat yang gandrung teknologi agar tidak mudahshare gambar anaknya sendiri, baik itu sejak lahir hingga remaja.

Pornografi tidak harus penetrasi, anak 2 tahun telanjang saja bisa jadi membuat orang terangsang, bisa untuk dijadikan kebutuhan biologis.”

☺☺☺
Bisa jadi, mereka adalah korban sindikat perdaganan anak-anak, khususnya perdagangan anak [dan anak-anak] perempuan.

Di sini, yang terjadi adalah transaksi jual-beli yang menjadikan anak [dan anak-anak] sebagai objek jual. Anak-anak perempuan usia pra-remaja dan remaja putri, yang diculik, disekap, kemudian dijual, dan dipaksa sebagai pekerja seksual, di daerah yang jauh dari tempat asalnya.

Mari berantas Tindak Kekerasan Seksual pada Anak-anak

Dari Berbagai Sunber
Oleh Ade Ferdijana

Jakarta News

66,645 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa