CINTA AHOK

Jakarta/JNC. Upaya mengsukseskan Ahok-Heru sebagai Gubernur dan Wagub DKI Jakarta, ternyata telah menjadi tren publik; Ahok-Heru, terutama Ahok, telah menjadi pokok bahasan dan diskusi di mana-mana serta “demam” pada anak-anak hingga orang lanjut usia.  Sebagian besar warga Jakarta, walau banyak penolakan oleh kelompok haters, menjadikan ngumpul KTP untuk Ahok-Heru dan dukung mereka adalah suatu “gaya hidup kekinian” serta merupakan  ‘kewajiban bersama.” Mereka semua menyatu semangat untuk sukseskan Ahok-Heru.

Dampak adalah Tim Teman Ahok, Yustian, Pabowo, Amelia Cs., yang fokus pada pengumpulan KTP, dengan rentang waktu yang tak lama mampu mengumpulkan lebih dari 1 juta KTP pendukung.

Selain itu, muncul pendukung Ahok yang “mengkultuskan Ahok” atau bahkan, seperti dituduh beberapa media haters, mejadi penjilat Ahok.

Oleh sebab itu,  perlu adanya suatu kerja sama antar komunitas pendukung Ahok-Heru atau wadah bersama para relawan. Dengan demikian, mereka, para relawan tersebut, dapat membangun citra positip,  yang di dalamnya menyankut tiga hal yang sangat berhubungan erat satu sama lain, yaitu

  • ketenaran (popularitas)
  • kesukaan (likeness)
  • dukungan (electability).

Ketenaran, sosok Ahok, yang kemudian mengkatrol Heru sang bakal Wakilnya, sudah cukup mendunia; tak sedikit WNI di Luar Negeri melakukan deklarasi dukung Ahok-heru.

Kesukaan. Menyukai sepak terjang Ahok, sesuatu yang relatif; ada yang menyukainya karena marah kepada ketidakberesan; sebaliknya ada yang tak menyukainya karena sering menggunakan kata-kata yang dinilai menyakitkan.

Dukungan. Tidak perlu dijelaskan; Ahok mendapat dukungan dari berbagai elemen secara lokal DKI Jakarta maupun Nasional.

Tiga hal yang ada pada Ahok (dan juga Heru), ternyata melewati semua Bakal Calon Gubernur/Wagub DKI Jakarta; dan itu membuat para kompotitor lainnya, mungkin, gentar dan berupaya mengejarnya. Upaya tersebut, kadang juga dilakukan dengan cara-cara yang tidak bermartabat, misalnya dengan membangun opini negatif tentang Ahok, dan melemparkan ke publik. Dengan harapan, publik mengalihkan dukungan mereka dari Ahok, dan berpindah ke kandidat lainnya. Ini, walau tak berhasil, namun mereka tetap melakukannya.

Awal Mei yang lalu, komunitas-kominitas relawan Ahok mengdeklarasikan Wadah Gabungan atau bersama; dan diberi nama Cinta Ahok, di bawah Koordinasi Todora Radisic. Cinta Ahok merupakan “Wadah Gabungan Komunitas Relawan” untuk mensukseskan Ahok-Heru sebagai Gubernur dan Wagub DKI Jakarta. Komunitas yang tergabung di Cinta Ahok adalah

    1. Baja Bijak
    2. Diaspora Flobamora – Jakarta
    3. Badan Independen Ahok
    4. Forum Rakyat Jakarta Bersatu
    5. Semangat Baru Nusantara 
    6. Ikatan RT-RW Jakarta Baru
    7. Ikatan Pemuda Kapuk – IPK
    8. Ikatan Pers Anti Rasuah
    9. Indonesia Hari Ini
    10. Indo-America For Ahok
    11. Koboi
    12. Forum Kawanua Jakarta For Ahok
    13. Rumah Ahok Kepulauan Seribu
    14. SOKSI

Dengan adanya Wadah Gabungan tersebut, maka diharapkan publik tidak terkecoh dengan orang-orang atau forum yang menyatakan diri sebagai “Relawan Ahok,” namun melakukan hal-hal yang tak patut serta tak bermartabat.  Selain itu, adanya  Cinta Ahok, bisa menjadi alat pantau terhadap para relawan yang bergerak di masyarakat.

Karena sudah ada wadah bersama relawan Ahok Heru, maka semua pihak, termasuk media, pers serta siapa pun bisa lebih waspada terhadap orang-orang atau komunitas yang atasnamakan “Relawan Ahok;”  dan sebisa mungkin mengkonfirmasi melalui WA Cinta Ahok.

Cinta Ahok  menyediakan atau membuka jalur komunikasi melalui WA  sehingga dapat dihubungi oleh siapa pun serta melapor jika sekiranya ada yang mengatas nama Relawan Ahok namun melakukan tindakan tercela dan merugikan Ahok-Heru.

Komunitas Relawan yang Mau Bergabung 

Hubungi Opa Jappy WA: +62818121642

OPA JAPPY | JAKARTA NEWS CO

104,397 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button