Dana Wahabi Lebih Berbahaya dari Investor China

DANA WAHABI LEBIH BERBAHAYA DARI INVESTOR CHINA

Kita ramai dengan Perusahan China yang menang tender berbagai Mega Proyek di Indonesia, bahkan dituding sebagai pintu masuknya komunis (lagi); kemudian disebar sebagai pengulangan pra-1965/1966.

Padahal, investor dari China menang tender secara terbuka, gunakan kontraktor Indonesia, dan dana mereka disalurkan melalui Bank-2 di Indonesia.

So, apa masalahnya?

Nah, bagaimana dengan milyaran Dollar dana Wahabi mengalir ke Indonesia?

Hamzah al-Hasan, aktivis Saudi mengungkapkan bahwa, “Berhati-hatilah dengan dinding kaca rumah kalian, jangan kalian melempar batu ke arah dinding rumah pihak lain, karena sekali saja batu terlempar ke arah kalian, maka tidak akan tersisa rumah kalian.

Meski semua pejabat al-Saud berwatak ekstrim, akan tetapi sebagian mereka lebih ekstrim dan menuntut konfrontasi politik, ekonomi, dan bahkan keamanan.

Dukungan dana Riyadh kepada kelompok Wahabi atau pun yang berkiblat serta se idiologi dengan, sudah dilakukan sejak lama.”

Di antara kelompok-kelompok radikal, Wahabi lebih menonjol ketimbang yang lainnya; kelompok ini selalu difasilitasi secara luar biasa baik dari segi finansial maupun dukungan lainnya.

Para pentolan Wahabi menulis buku, menyiarkan program-program televisi, radio, dan lain sebagainya, agar mendapat dukungan umat dari berbagai penjuru dunia.

Opa Jappy
👍👎👍👎👍👎👍

KH Aqil Siradj memberi wawasan kepada umat Islam di Indonesia serta warga Negara Indonesia akan gawatnya gerakan radikalisme di Indonesia.

KH Aqil Siradj memberi wawasan kepada umat Islam di Indonesia serta warga Negara Indonesia tentang gawatnya gerakan radikalisme di Indonesia:

Menurut prediksi Kyai segawat apa Radikalisme di Indonesia?

Ya kita semua harus waspada, bukan hanya aparat, tapi juga warga NU. Jaga keluarga jangan sampai anak tiba-tiba jenggotnya panjang, tiba-tiba bergamis dan bercelana cingkrang atau tiba-tiba bercadar. Sejak dini haerikut petikan wawancara dengan beliau:

Menurut prediksi Kyai segawat apa Radikalisme di Indonesia?

Ya kita semua harus waspada, bukan hanya aparat, tapi juga warga NU. Jaga keluarga jangan sampai anak tiba-tiba jenggotnya panjang, tiba-tiba bergamis dan bercelana cingkrang atau tiba-tiba bercadar. Sejak dini harus diantisipasi Insya Allah tidak akan membesar. Agendanya ISIS tahun 2017 masuk ke Indonesia tahun 2022 Indonesia sudah harus jadi khilafah, itu tujuan mereka.

Alasan yang digunakan adalah karena Indonesia muslim terbesar di dunia tapi alasan yang sebenarnya adalah menguasai sumber daya alam, sebagaimana yang dilakukan ISIS di Suriah dan Irak. Mereka menguasai ladang-ladang minyak.

Yang melahirkan ISIS itu adalah Mus’ab Zarqawi, warga negara Jordan yang tinggal di Tel Aviv, dia bertato. Abu Bakr Al Baghdadi nama aslinya Ibrahim bin Awwad bin Ibrahim Al Badri. Dia dari Al Qaeda Irak. Osama bin Laden terbunuh maka Al-Qaeda redup. Abu Bakr ambil ISIS dan berhasil mengacaukan dunia Islam dan tatanan kehidupan dengan kesadisannya.

Artinya kita harus Waspada?

Yang harus diwaspadai bukan semata-mata ISIS tapi radikalismenya. Mewaspadai pesantren dan yayasan yang mengajarkan ajaran yang melihat secara hitam-putih, yang radikal yang ekstrem, yang anti kebhinekaan. Basis ideologinya Wahabi. Wahabi sendiri bukan teroris, malah wahabi mengutuk terorisme.

Tapi ajarannya membuka peluang terjadinya radikalisme dan terorisme.

Kalau anak-anak muda didoktrin tawasul, ziarah kubur, maulid nabi bid’ah, sesat, dan kafir, bisa-bisa nanti orang NU dibunuh dong. Ini kan bibit radikalisme dan terorisme.

Makanya anak-anak pengebom itu keluaran pesantren wahabi, bukan keluaran pesantren Lirboyo, bukan keluaran pesantren Tebuireng Jombang, bukan. Patut diduga tujuan utama radikalisme dan terorisme untuk menghabisi NU.

Kabar dana terorisme dari Saudi itu bagaimana?

Dana itu bukan dari pemerintah Saudi, melainkan mengalir melalui LSM. Pertama kali masuknya Wahabi kan dari LIPIA dibangun di Indonesia pada tahun 1980 yang direkturnya Abdul Aziz Ammar, seorang bujangan dapat istri keturunan Arab Bogor. Melalui dia mengalirlah dana dakwah Wahabi ke Indonesia.

Betapa terbukanya negara Indonesia ini, orang Saudi bebas mengalirkan dananya untuk ekspor ideologi transnasional dengan dalih dakwah dengan mendirikan pesantren-pesantrennya.

Apakah banyak masjid-masjid NU yang dikuasai atau diambil alih oleh gerakan wahabisme?

Sebetulnya tidak banyak, masih lebih banyak masjid Muhammadiyah yang diambil Wahabi.

Fenomena masuknya wahabi di masjid-masjid NU ini pelan-pelan.

Awalnya mengabdi.

Membersihkan masjid, trus tidak minta honor mereka, lama kelamaan ikut rapat.

Dia usul Jum’at depan yang khotbah si “A” ya..

Datanglah pengkhotbah yang radikal. Yang ketahuan sudah kita usir itu, seperti di Cianjur.

Masjidnya dibantu oleh Saudi terus ulamanya Wahabi.

Jamaah NU menolak semua. Warga NU mengancam kalau imamnya masih orang itu, warga Nu tidak mau shalat Jum’at di situ.

Walhasil Arab sekarang sedang kehilangan semuanya. Coba di Irak itu yang negbom siapa, tujuannya apa, yang dituju siapa tidak jelas. Di Irak ini tidak ada yang mengaku, ini lebih berbahaya. Ini menunjukkan masyarakat sudah frustasi. Ini sudah caos seperti tidak ada pemerintahan.

Tujuan pengeboman situs-situs Islam seperti pengemboman terbaru di makam Sayyidah Zaenab di Suriah supaya Islam tidak punya lagi kebanggan, supaya Islam kehilangan identitas.

Islam Nusantara | Jakarta News

76,333 kali dilihat, 40 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa