Daniel TD, Dari Direktur Bank NTT Menuju Gubernur NTT

Pondok Cina, Depok—Pada waktu saya masih di Kupang hingga akhir tahun 70an, tak banyak orang tahu tentang Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT. Padahal, Bank NTT didirikan pada, berdasar Akta Pendirian, pada18 Oktober 1961. Dan memulai kegiatan perbankan pada 17 Juli 1962 berdasarkan SK Menteri Keuangan dan Bank Sentral No. BUM 9 – 13/II tanggal 5 Februari 1962.

Sayangnya, bisa dikatakan, hingga awal tahun 2000an, Bank NTT hanya ‘sekedar ada,’ dan tak begitu banyak berperan pada bisnis perbankan dan ekonomi serta ‘lalu lintas’ keuangan di NTT.

Masuknya Daniel Tagu Dedo, yang sebelumnya Vice President Bank Bukopin, ke Bank NTT (2008 sebagai Direktur Umum, Direktur Utama 2009-2016) terjadi perubahan besar pada kinerja dan asset Bank NTT.

Melalui pendekatan personal dan kedinasan dengan para Bupati dan Walikota, Bank NTT membuka Cabang, Cabang Pembantu, dan Kantor Kas di seputaran Wilayah NTT, hingga kecamatan dan desa. Dampaknya, kini, Bank NTT menjadi pilihan utama (warga NTT) setelah bank-bank Nasional.

Total asset PT. Bank NTT pada tahun buku 2015 adalah sebesar Rp. 9,7 Triliun, naik 14,82 persen. Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik 16,07 persen. Indeks kinerja tahun buku 2015. Bank NTT meningkatkan penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) ke masyarakat NTT sebesar 294 % atau Rp. 4,82 Miliar pada tahun 2015.

Menurut Economic Review News, Bank NTT berhasil menjaga konsistensi dan komitmen untuk terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Laju pertumbuhan yang positif tersebut tampak pada kinerja Bank NTT sepanjang tahun 2015. Total aset PT Bank NTT pada tahun buku 2015 sebesar Rp 9,7 triliun, naik 14,82 persen.

Keberhasilan di/dan sebagai Bankir Bank NTT itulah, menjadikan Daniel TD (ingin) terjung langsung sebagai pelaksana pembangunan di NTT. Ia tak sekedar kelola dan menyalurkan dana untuk membangun melalui Bank NTT, melainkan terjun dan ada di area serta arena bersama rakyat. Atas dasar itulah, Daniel TD menerima keputusan Dewan Komisaris Bank NTT agar tak lagi menjabat sebagai Dirut Bank NTT.
Sebagai bagian dari anak NTT, Daniel TD melihat permasalahan umum dan merata, ada 5 (lima) masalah utama di NTT yaitu (1). pembangunan ekonomi, (2). kualitas pendidikan yang rendah,(3). kualitas pelayanan kesehatan yang rendah, (4). human trafficking, (5). ketersediaan air bersih dan energi listrik.

BACA

Oleh sebab itu melalui Program NTT Hebat, yaitu NTT Jujur, NTT Bersih, NTT Prestasi, NTT Rukun, untuk mewujudkan NTT Baru yang Gilang Gemilang.

BACA
http://jakartanews.co/visi-dan-misi-daniel-tagu-dedo-ntt-gilang-gemilang/

 

JAKARTA NEWS |CODE 55 001 14


55,118 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Share Button

REDAKSI

Suarakan Kebebasan