Data Dumay Membuka Topeng Anies dan Sandiaga

Bermula dari sejumlah tulisan tentang Anies Baswedan, Sylvia Murni, Sandiaga Uno di berbagai media online main stream dan non main stream; artikel-artikel yang mengungkapkan sisi lain dari mereka.

Namun, karena dalam sikon Pilkada DKI, banyak pendukung Anies, Sylvi, Sandiaga tidak mempercayainya, bahkan menuding sebagai Kampanye Hitam.

Para pendukung atau pun hamba sahaya sera babu-babu Anies cs nyaris tak lakukan kontra isue dengan “Artikel vs Artikel,” tapi justru melakukan pengiringan opini berdasar sentimen SARA. Akibatnya, yang terjadi adalah muncul sejumlah besar caci-maki, meme, umpatan, dan hal-2 yang tak bermatabat lainnya ke Basiki Tj Purnama.

Padahal, jika sedikit rajin berkelana dengan search machine, maka bertemu rbuan info tentang Anies, Sylvi, dan Sanndiaga; semuanya lengkap, mencapai puluhan ribu link. Semuanya terdata, dan cukup lebih untuk mengenal apa serta siapa Anies, Sylvi, dan Sandiaga.

Dengan demikian, artikel-2 yang bermunculan tentang mereka pada saat Pilkada DKI Jakarta, ada juga bersifat re-publish, merupakan upaya mengenal karya-2 sebelum sebagai Kandidat DKI 1 dan 2. Tentu saja, tak bisa disebut Kampanye Hitam.

Sebab, data dan fakta di Dumay tak bisa disembunyikan; tetap ada, rapi tersimpan, tak khan rusak hingga kapan pun.

Jadi, jika ada sejumlah besar tulisan atau artikel tentang Anies, Sylvi, dan Sandiaga, yang umumnya mengungkapkan sisi gelap atau pun abu-abu dari mereka, maka sebetulnya hanya re-publish belaka. Jauh dari apa yang disebut hoax dan kampanye hitam.

 

✌✌✌
Tidak Bisa Bersembunyi di Dunia Maya

✌✌

Berapa hari yang lalu hingga kemarin, terjadi percakapan online (yang cukup sengit, panjang, dan melelahkan) antara saya dan beberapa teman di/dan melalui Kompasiana, Facebook, serta Twitter; isinya cukup bermanfaat, jika dibagi untuk semua, (tanpa harus tunjukkan siapa-siapa yang saya ajak percakapan tersebut).

Intinya adalah, saya mempunyai jawaban yang sama, kepada orang lain, bahwa “Jika berani bermain di Dumai, Dunia Maya, maka kita tak bisa bersembunyi di Dumay,…”

Jadinya, tak mungkin, jika seseorang sampaikan kepada Si A, B, C, D, dan seterusnya, agar tak boleh membuka “Siapa dirinya” kepada publik di Dumay.

Ya, tak mungkin kita bersembunyi di Dumay; sebaliknya mudah menghilangkan diri dari hadapan publik di Dunia Nyata.

Ini alasannya …

Harus diakui bahwa kebangkitan dan terbentuk Dumay yang sangat kompleks serta kait mengait, dan diikuti dengan adanya komunitas hubungan (sosial, akademi, politik, ras, agama, dan seterusnya) yang terbangun karena kemudahan akses internet.

Dan dalam rangka semakin “dekat serta rapatnya” hubungan, maka pengguna internet yang tergabung dalam komunitas Dumay (yang ada dan mereka bangun), dengan senang hati mempublish data-data diri, misalnya, alamat lengkap, tempat dan tanggal lahir, foto, dan lain sebagainya.

Misanya, pada beberapa komunitas Dumay, harus melengkapi data diri secara akurat; antara lain, Jurnal Ilmiah, Academi/ca, Linked, serta web-web pendidikan/universitas. Tanpa data yang lengkap, maka Si Pengguna akan ditolak.

Ada media seperti instgram, fickr, picasa, yang lebih pada publish dan penyimpanan foto di Dumay.

Atau, pesan-pesan kilat dan cepat, yang harus dibaca pada media lain, seperti Twitter.

Intinya, media-media Dumay tersebut, pada umumnya menyimpan data-data, foto, info asli dari Si Pemilik; entah sebagai info diri atau pun hanya iklan diri mengenai kapasitas, kelebihan, dan kualitas dirinya. Semua cukup lengkap.

Sehingga jika, ingin menemukan tentang siapa Si A, jika jujur dan bukan pemegang acount palsu, maka dengan cepat akan bertemu siapa dirinya; info tentang Si A, terbuka di Dumay, dan mudah diakses oleh siapa pun.

Jadi, bagaimana mungkin, anda, saya, kita meminta agar orang lain tak boleh tahu tentang identitas serta profile diri (kita, atau Si A, B, C, dan seterusnya) yang telah ada serta menyebar di Dumay!?

Apa pun Info tentang kita (yang positif atau pun negatif) yang bersumber dari diri sendiri atau orang lain, dan telah telah ada di Dumay, maka tak akan hilang, tetap ada dan terus menerus ada hingga DUNYA dan DUMAY lenyap atau tak ada.

Oleh Opa Jappy
Selengkapnya : http://m.kompasiana.com/opajappy/tidak-bisa-bersembunyi-di-dunia-maya_54f67bbda33311bb148b4cdc

71,779 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa