Din Syamsuddin Asal Bunyi | Vatikan Bukan Khilafah

VATICAN BUKAN KHILAFAH

Begitu membaca pernyataan dari seorang tokoh salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, saya tertarik untuk menyanggahnya karena apa yang dikatakan oleh beliau dapat sangat mudah disalah artikan oleh mereka yang tidak paham apalagi tidak pernah tau keimanan Katholik dan sejarah Vatikan.

Untuk masalah bernegara dan berbangsa, umat Katholik di seluruh dunia harus tunduk dan patuh pada dasar dan hukum negara setempat. Begitu pula dengan umat Katholik di Indonesia harus tunduk, patuh dan menjunjung tinggi PANCASILA dan UUD’45.

Sedangkan untuk masalah keimanan Katholik, kamipun akan mengikuti aturan tata cara gereja menurut Vatikan karena Paus adalah penerus si “Batu Karang” Petrus yang dipilih langsung oleh Kristus untuk menjadi pondasi yang kokoh meneruskan ajaran Kristus.

Khilafahnya HTI adalah ideologi yang ingin memaksakan kehendak pembubaran Pancasila dan UUD’45.

Untuk ke depannya sistem Khilafah akan memperluas kekuasaannya dengan cara melakukan invasi ke negara tetangga dan lainnya seperti yang dilakukan oleh ISIS di Timur Tengah.

ISIS juga sedang melakukan penyebaran ke-Khilafah-annya di Asia Tenggara dengan memanfaatkan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim. Jadi, tidaklah heran bila banyak orang Indonesia yang menjadi simpatisan ISIS dan salah satunya adalah kelompok ormas HTI.

Kalau Pak Din ingin mendukung Khilafah, silahkan dukung dan tidak perlu malu malu kucing, tetapi janganlah mengeluarkan statemen publik untuk mencari cari pembenaran dengan menyamakan Vatikan dengan Khilafah.

Mudah mudahan apa yang Pak Din utarakan hanyalah pendapat secara pribadi, dan bukan pendapat yang mengatasnamakan Organisasi Islam di Indonesia.

Kami umat Katholik Indonesia baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri akan selalu menjunjung tinggi Pancasila dan UUD’45.

Kamipun menentang sistem Khilafah untuk diterapkan di Indonesia.

#Jokowi2Periode
#DukungPOLRI
#SaveKPK

Sejahtera dan sehat selalu.

Raymond Liauw | Jakarta News
code 75 001 11

76,848 kali dilihat, 24 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa