Eggi Sudjana Penista Agama-agama | Tanggapan Umat Hindu, Budha, Islam, Katolik

Eggi Sudjana Penista Agama-agama

Eggi Sudjana Penista Agama-agama

Franz Magnis-Suseno, “Ada dua kebodohan besar dari Eggi Sudjana.”

Kekeliruan pertama, adalah Eggi tidak memahami bahwa Pancasila yang disahkan pada 18 Agustus 1945 sebagai pembukaan UUD merupakan hasil rumusan untuk menampung agama-agama yang ada di Indonesia. Dengan kata lain, para pendiri bangsa telah memahami bahwa Pancasila tidak hanya untuk satu agama saja. Jadi yang dikatakan Eggi bertentangan dengan maksud mereka [pendiri negara] yang menetapkan Pancasila dan UUD.

Kekeliruan kedua, terjadi ketika Eggi mengomentari keyakinan agama yang berbeda dengan keyakinannya. Argumentasi Eggi bahwa tidak ada keesaan Tuhan di luar agama yang dianutnya menunjukkan kesombongan yang serius. Apalagi tidak ada yang lebih tahu sifat-sifat Tuhan selain Tuhan itu sendiri.

Seakan-akan Eggi punya pengetahuan khusus tentang keesaan Tuhan, kemudian menunjukkan kekeliruan kedua, yakni salah memahami konsep Trinitas.

Trinitas dalam Kristen bukan berarti ada tiga Tuhan sebagaimana disampaikan oleh Eggi. Trinitas dalam Kristen adalah satu Tuhan yang memiliki tiga wujud: Allah, Roh Kudus, Yesus. Jadi, bukan tiga dewa, [melainkan] satu Tuhan yang menyatakan diri dalam tiga wujud.

Pernyataan Eggi berpotensi menimbulkan keresahan di kalangan umat beragama.

Sebaiknya tidak membicarakan keyakinan agama lain kecuali dalam konteks dialog dengan pemeluk agama yang dibicarakan.

Penguasaan seseorang soal agamanya bukan berarti ia berhak mengomentari agama orang lain. [Letak] kesombongannya adalah [ketika] dia merasa tahu agama sendiri, lalu merasa bisa menilai agama lain

Namun, pernyataan Eggi tidak mewakili umat Islam. Masih banyak umat Islam yang menghargai dan menghormati keyakinan umat Kristen.

Tirto | Editor: Opa Jappy
Jakarta News | 45 001 14

Baca

Baca

Baca

Baca

Baca

Baca

46,115 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Share Button

REDAKSI

Suarakan Kebebasan