Eggy Sudjana Penista Agama

Video di atas, sebagai bukti penistaan terhadap agama-agama.

Orang ini, sangat layak diadili, karena melakukan penistaan agama.

###

Sekian tahun lalu, Eggy telah mengeluarkan pernyataan yang terindikasi mau lakukan makar terhadap pemerintah.

Eggi Sudjana, “Prabowo-Hatta tidak perlu lagi menggugat hasil Pilpres 2014. Pasalnya, lembaga tinggi negara sudah tidak ada lagi yang netral. Para hakim baik di MK, DKPP mau pun di PTUN sudah menunjukkan tidak netral. Ini hakim sudah berpihak, karenanya kalau sudah enggak sesuai akal sehat buat apa dilanjutkan,

Untuk apa lembaga penegak hukum jika tidak befungsi; hanya satu cara untuk mengakhiri langkah presiden terpilih yakni dengan kudeta.

Saya lebih memilih lewat gerakan politik. Gerakan politik siapa yang salah? Sah-sah saja,

Hemat saya kewenangan PTUN itu ada. Tapi kok kenapa melempar tanggung jawab. Itu patut dicurigai, ….”

Pernyataan Eggi Sudjana tersebut, yang menjadi berita utama pada beberapa situs media news online, muncul setelah Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) menolak gugatan Prabowo-Hatta, pada Kamis 28 Agustus 20014

Agaknya, sebagai pengacara Eggy lupa bahwa putusan MK bersifat final dan mengikat sejak diucapkan dalam sidang pleno terbuka untuk umum, sehingga penyelesaian hukum di MK merupakan penyelesaian akhir. Dengan demikian PTUN pun tak mau memproses gugatan tersebut. Karena mendapat penolakan, maka Egy pun berang, kemudian asal berbunyi, dan cenderung mengancam.

Ok lah, … untuk sementara, mari meyakini bahwa Eggy mempunyai kekuatan dan kemampuan politik untuk menjatuhkan Jokowi-JK.

Pertama. Kekuatan dan dukungan politik yang dimiki Eggy Sudjana

Selain hal di atas, tidak ada data dan bukti lain bahwa Eggy mempunyai kekuatan dan dukungan politik; mungkin menurut Eggy, dengan kekuatan 422.932 suara atau orang di Jawa Timur, sudah cukup baginya untul melakukan gerakan politik. Suatu gerakan yang nantinya merata ke seluruh lapisan masyarakat di Nusantara untuk menjatuhkan Jokowi-JK. Oleh sebab itu, ke 422.932 orang dari Jawa Timur tersebut, akan disebar kesluruh penjuru tanah air, sebagai Eggys Agen dalam rangka membangun sel-sel politik yang akan digerakan oleh Eggy.

Kedua. FPI dan PPMI . Situs https://siapasiapa.wordpress.com, menulis bahwa pengacara dan preman tukang peras/provokator. Cara advokasi Egi Sudjana biasanya dengan mengerahkan simpatisan dari organisasi massa Islam untuk melakukan tekanan atau pembelaan. Organisasi yang biasa dikerahkan oleh Eggy adalah PPMI Persatuan Pekerja Muslim Indonesia (organisasi pekerja berbasis gerakan Islam) dan juga FPI, karena Eggy juga salah satu pendirinya.

Mungkinkah dengan kekuatan seperti itu, Eggy mampu menggalang kekuatan politik dan perlawanan terhadap negara!?

Ketiga. Partai Politik, Eggy tidak jelas di mana tepatnya ia berada; mungkin ia bisa gunaka parpol-parpol pengusung Prabowo-Hatta. Dengan cara itu, Eggy akan menggerakan massa dari sekian banyak Parpol dibawah komandonya, dalam rangka melakukan kudeta politik terhadap Jokowi-JK. Tak semudah itu bung. Memangnya orang-orang parpo; tersebut terlalu bodoh untuk diperalat dan mau menjadi alat perlawanan!?

Dari tiga kekuatan dan dukungan tersebut, apakah mungkin Eggy bisa dan mampu mengadakan gerakan politik yang terstruktur, sistimatis, dan masif dalam rangka mencapai tujuannya!?

Sampai pada titik ini, menurutku, Eggy cuma membual, hanya sekedar bicara tanpa mikir panjang

Bagaimana dengan “ancaman kudeta;!?” Sama halnya ketika ia membela Bupati Garut Aceng H.M Fikri, Eggy pun menebar ancaman terhadap sejumlah pihak yang mendesaknya mundur menyusul skandal nikah kilatnya. Eggi Sudjana, meminta Panitia Khusus DPRD Kabupaten Garut tak menyeret skandal itu ke arah pemakzulannya sebagai Bupati Garut; kalau Pansus bersikeras mengambil kesimpulan yang sifatnya pemakzulan Aceng dari kursi Bupati) sampai Mahkamah Agung membuat putusan, pasti dapat diduga terjadi kerusuhan, gejolak dan sebagainya.

Jadi, untuk urusan ancam mengancam, mengeluarkan pernyataan rusuh, gejolak, bahkan kudeta, maka Eggy adalah jagonya.

Ungkapan bertema provokasi seperti (dalam video) itu, agaknya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Eggy Sudjana, namun satu pun tak terbukti.

Atau, memang sudah terbukti bahwa Eggy berhasil membuat gejolak dan kerusuhan sosial!? Jika benar, buktikanlah, bahwa ia mampun lakukan.

Jadi, dari kekuatan politik (dan kemampuan membuat kerusuhan) pada Eggy yang cuma segitu, agaknya, ia hanya sekedar berbunyi, dan selesai di situ.

 

Jakarta News | 4 000 3 13

Baca

Baca

Baca

Baca

Baca

Baca

42,082 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Share Button

REDAKSI

Suarakan Kebebasan