Gagasan Palangka Raya sebagai Ibukota RI

Baca

Baca

Jakarta News–Ketika itu, tahun 1950an, Presiden RI, dengan pandangan masa depan, berencana memindahkan Ibu Kota RI ke tempat lain, dan pilihannya adalah Palangka Raya, (kota yang luasnya mencapai 2.678,51 Km, dibandingkan Jakarta, yang hanya 661,52 km persegi).

Tahun 1957, Presiden Soekarno meresmikan Desa Pahadut sebagai Ibu Kota Propinsi Kalimantan Tengah, dan sekaligus merubah nama Pahadut menjadi Palangka Raya ( …. pangkal raya) dengan asumsi bahwa pada masa akan datang/depan kota kecil tersebut akan menjadi Kota Raya, kota besar, bahkan metropolitan.

Mungkin saja pada masa itu, Presiden Soekarno, juga menyatakan bahwa “Alangkah indahnya, jika Ibu Kota Republik Indonesia, pindah ke tempat ini, bukan ke Pahadut tetapi ke Palangka Raya, kota yang besar, kota raya; pada masa depan Palangka Raya akan menjadi Ibu kota Negara.

Soekarno bukanlah Soekarno jika ia hanya berkata dan tak berbuat; Soekarno adalah Soekarno yang berbuat, oleh sebab itu, ia tidak hanya ingin menjadikan Pahadut sebagai Kota Raya untuk Kalimantan Tengah, melainkan Indonesia, dalam arti sebagai Ibu Kota RI.

Dengan demikian, karena ia adalah Soekarno yang berbuat, maka dirinya merancang dan mempersiapkan rencana induk Pelangka Raya sebagai ibu kota negara, (mudah-mudahan, master plan tersebut masih tersimpan di Arsip Nasional atau pun di rumah Mba’ Megawati Soekarno Putri).

Tentu saja, pada waktu itu Presiden Soekarno, juga mempertimbangkan letak geografis Palangka Raya relatif berada di tengah-tengah Indonesia, serta nyaris bebas dari bencana alam gempa bumi, banjir dan tanah longsor.

Berdasar Undang-undang RI No 10 Tahun 1964 Pernyataan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya Tetap Sebagai Ibu Kota Negata Republik Indonesia, 31 Agustus 1964. Jadi, jauh sebelum rencana pemindahan harus ada menerima uji-ujian publik, keputusan politik, pendanaan, serta perangkat perundang-undang lainnya.

Memang tidak mudah memindahkan Ibu Kota Negara, namun bukan sesuatu yang tak mungkin terjadi.

Tapi sudahkah sangat, sangat, sangat (lho ko’ sangatnya 3 kali ….) penting untuk memindahkan Ibukota RI dari Jakarta entah ke mana!?

Penting atau tidaknya pemindahan tersebut, mungkin saja karena faktor kepentingan, politik, dan lain sebagainya.

JAKARTA NEWSN| COD 45 004 1

Baca

Baca

Baca

Baca

45,214 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Share Button

REDAKSI

Suarakan Kebebasan