Garuda Tak Berwarna

PANCASILA

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan / Perwakilan
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Entah sengaja atau tidak, ku berpikir “seandainya GARUDA tak berwarna”; apakah masih disebut GARUDA atau sudah menjadi ADURAG? [sebutan amburadul, yang merupakan cerminan amburadulnya sebagian anak bangsa saat ini].

Mungkin, cuma diriku yang berpikir seperti itu; dan tak ada di antara anak bangsa ini, berpikir ‘aneh’ seperti ku; berpikir sambil membayangkan GARUDA TAK BERWARNA.

Tangan mulai usil untuk menulis keanehan-keanehan yang ada; seandainya GARUDA TAK BERWARNA, apa penyebabnya?

Garuda Tak Berwarna

 

Ternyata, GARUDA BISA TAK BERWARNA, dan IA MENANGIS
karena

  • Uang, Kuasa, Kekuasaan, yang MAHA utama, dasyat, dan berkuasa
  • Kemanusiaan telah sirna, dan keadilan hanya untuk mereka yang mempunyai UANG, KUASA, serta KEKUASAAN
  • Nusantara semakin terpecah akibat SARA
  • Rakyat telah kehilangan pemimpin yang bijak Rakyat sudah tak mempunyai harapan untuk mengapai keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan

GARUDA menangis karena ia melihat di tengah-tengah bangsa sudah tidak ada lagi kebenaran, tanpa keadilan, hilang kepercayaan; segala sesuatu bukan menjadi lebih baik tetapi semakin menuju kehancuran, terjerumus ke jurang yang dalam, jurang kegelapan.

Kini, GARUDA semakin imaginatif, hampir-hampir tak bermakna, hampir-hampir tidak diperhatikan; semua mau membuat garudanya sendiri; sehingga, ku hanya bisa BERTERIAK

  • jangan biarkan SAYAP-SAYAP GARUDA berguguran karena aneka PERBEDAAN pada BANGSA INDONESIA
  • jangan biarkan GARUDA telanjang jangan mencabut bulu-bulu pada GARUDA
  • jangan mematahkan SAYAP-SAYAP GARUDA
  • jangan biarkan kaki GARUDA melepaskan CENGKRAMAN pada BHINEKA TUNGGAL IKA

 

 

Opa Jappy | Indonesia Hari Ini
JAKARTA NEWS

100,747 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa