Hati-hati Mudik dengan Bus AKAP dari Pulo Gadung, hanya 30 % yang Laik Jalan

JAKARTA/JNC – Senin, 6 Juni lalu, Kepala BPTJ, Elly Sinaga, menyatakan, hanya 20 persen bus yang laik jalan sebagai angkutan Lebaran.

Karena itu, selama 6 sampai 24 Juni BPTJ melakukan ramp check di 10 terminal utama angkutan Lebaran, yaitu Terminal Kalideres, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulogadung, Terminal Bekasi, Terminal Baranangsiang, Terminal Depok, Terminal Rawamangun, Terminal Poris Plawad, Terminal Pulo Gebang, dan Terminal Pondok Cabe.

Aksi ramp check tersebut juga akan digelar di area pol-pol bus pariwisata yang armadanya akan digunakan untuk angkutan Lebaran.

Elly Sinaga juga menyatakan bahwa, “Saya mau ramp check ini dilakukan serius, tidak sampling. Bus yang akan diperiksa oleh BPTJ adalah bus AKAP saja. Ramp check ini dilaksanakan dalam rangka persiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu 2016 (1437 Hijriah), yang bertujuan memastikan keselamatan angkutan umum jalan saat Lebaran di wilayah Jabodetabek.

Selain itu, kegiatan ini juga tentu sebagai wujud peningkatan pelayanan terminal kepada para calon penumpang pada masa angkutan Lebaran 2016.”

Dampak langsung dari pengecekan tersebut adalah ditemukan sejumlah bus antarkota antarprovinsi (AKAP), yang digunakan sebagai angkutan Lebaran di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, dinyatakan hanya 30 persen laik jalan setelah melalui uji aspek keselamatan dan kelengkapan kendaraan.

Menurut Kasubag Perencanaan dan Evaluasi Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Solihin Purwantara saat ditemui Wartawan di Terminal Pulogadung, Jakarta, Rabu 22 Juni 2016 menyatakan bahwa,

“Pada Selasa (21/6) kemarin, dari 21 bus yang dicek ada empat yang lulus, sedangkan pada Rabu ini dari 45 unit bus yang diperiksa ada 16 yang dinyatakan lulus uji.

Rata-rata kekurangan bus yang diperiksa mencakup lampu belakang, lampu dimensi, penggunaan ban vulkanisir, speedometer yang mati, sabuk pengaman sopir, rem tangan dan kaki, serta kaca.

Proses ramp check juga melingkupi pemeriksaan kelengkapan kendaraan bermotor, seperti kotak P3K dan alat pemadam kebakaran ringan (APAR). Tadinya kotak P3K jarang tersedia.

Tetapi, kami sampaikan supaya barang-barang kecil itu juga harus dilengkapi. Alhamdullilah, sekarang sudah naik jumlah bus yang lulus uji.”

Sementara itu, penguji kelaikan kendaraan bermotor Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, A Nasution, mengimbau pengemudi agar tidak menggunakan ban vulkanisir, telah dilarang secara tegas. Menurutnya, “Ban vulkanisir itu biasanya dipakai karena murah. Akan tetapi, bisa langsung dideteksi pada saat pengecekan, karena jelas perbedaannya dengan ban baru. Yang jelas komponen kendaraan kami periksa satu per satu pada saat ramp check.”

ANTARA- JAKARTANEWS.CO

366 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa