Hoax adalah Racun yang Manis

Lidah adalah api, ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh, sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda-roda hidup dan kehidupan.

Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia, tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.

Dengan lidah manusia memuji Tuhan; dan dengan lidah manusia mengutuk sesamanya yang juga diciptakan oleh Tuhan Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk.

Oleh sebab itu, siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, maka ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang bisa menimbulkan serta memancarkan panas dan kepanasan.

HOAX: something intended to deceive; deliberate trickery intended to gain an advantag; A deception for mockery or mischief; a deceptive trick or story; a practical joke; subject to a playful hoax or joke; To deceive by a story or a trick, for sport or mischief; to impose upon sportively;

Dengan kata kata-kata dan bahasa yang beda, maka Hoax, adalahsesuatu untuk menipu; tipuan yang disengaja untuk mendapatkan keuntungan, manfaat tertentu; sesuatu tersebut bisa berupa, kata-kata, kisah, cerita, gambar, grafis, film, vido, dan lain sebagainya.

Dengan demikian, hoax bisa saja berisi hal-hal ada, fakta, peristiswa (pada masa dan sikonnya), yang ditampilkan ulang sebagai ada dan benar pada waktu dan sikon yang beda/berbeda (yang kemudiaan/belakangan) atau disesuaikan dengan kepentingan Sang Penampilan Ulang tersebut.

Baca

Upaya, usaha, dan melakukanpenyesuaian ulangc(yang bergeser jauh dari hal, fakta, kejadian, peristiwa sebenarnya) itulah, yang kini sering terjadi; tentu dengan dengan maksud serta tujuan yang jelas, yaitu mendapat simpati, empati, pembelaan, bahkan populeritas.

Lalu, mengapa banyak orang (pribadi maupun bersama atau kelompok), lembaga, organisasi, atau apalah suka dan gunakan hoax?

Agaknya, hoax digunakan atau difungsikan sebagai atau menjadi senjata baru, dalam rangka pembenaran diri, menguatkan pendapat, bahkan alat untuk meraih simpati serta empati publik.

Hoax pun berkembang karena adanya penyebaran media massa; serta tak dapat dipungkiri bahwa media massa, online, tv, radio, cetak, merupakan pelakon utama – penebar hax terampuh/efektif. Tanpa media-media tersebut, berita bohong itu tetap tak ada, tak membesar menjadi hoax.

Timbul pertanyaan, mengapa mereka lakukan hal-hal tersebut!?

Mengapa memblow up news yang bersumber dari ketidakbenaran, kemudian diolah begitu rupa sehingga menjadi sesuatu yang benar?

Jawaban paling gampang dan cepat adalah, sang penebar hoax tersebut mencari sensasi, walau yang ia dapatkan adalah sensasi murahan atau bahkan cacian dan ejekan publik.

Baca

Tapi, agaknya tak sekedar sampai di situ, namun sang penebar tersebut ingin mencapai suatu agenda tertentu. Misalnya, keuntungan dan dukungan politik; perang, permusuhan, pertikaian antar kelompok; semangat dan dukungan yang membabi buta sehingga membela sang korban yang muncul atau tergambar dalam hoax.

Dukungan tertentu dari orang-orang yang mempercayai hoax tersebut sebagai kebenaran, kemudian muncul amarah, yang bisa saja berujung pada permusuhan dan chaos sosial; dan bisa saja ada yang lain, ….

Opa Jappy
Jakarta News | Code 55 002 58

Baca

55,423 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Share Button

REDAKSI

Suarakan Kebebasan