Hoax Melalui WA: Makanan Kemasan Mengandung Virus HIV/AIDS

Makanan Kemasan dari Thailand Mengandung Virus AIDS, HOAX Sejak Tahun 2013.

Jakarta/JNC. Hari ini, 9 Juni 2016, sejak pagi beredar pesan yang diseberkan melalui WA, tentang makanan kemasan asal Thailand yang bermuatan virus HIV/AIDS atau Human Immunodeficiency Virus infection – Acquired Immunodeficiency Syndrome.

Setelah JNC melakukan penelusuran, ternyata pesan yang disebar melalui WA tersebuta adalah mention lama; dan telah beredar sejak tahun 2013.

Lengkapnya adalah,
“Beli makanan kalengan jangan beli dari negara tetangga Thailand. Diumumkan pada hari ini tanggal 26 Agustus 2013 pukul 10.01.
Pemberitahuan genting dan penting: teman-teman dan keluarga tercinta, hati-hati konsumsi buah kaleng, khususnya buah kaleng produksi Thailand, karena 200 lebih penderita AIDS di Thailand dibawah pemimpin penderita AIDS menyerbu masuk ke pabrik-pabrik buah kaleng dan meneteskan darah bervirus.
Mereka ke tempat pengolahan buah kaleng dalam pabrik-pabrik tersebut, hal ini sudah diakui kebenarannya oleh dinas kesehatan setempat.
Dan untuk menghindari bertambah korban; produk buah2 seperti rambutan, puding mangga, lengkeng, ling Zi, ma yu dan lain-lain sudah diturunkan dari rak supermarket.
Setelah terima info ini mohon di BC ke kontak2 anda!
Mencegah selamanya lebih efektif daripada mengobati.
** Rab, 28 Agu 11:28 **”

Tidak diketahui asal atau siapa yang memulainya; namun jika memperhatikan kosa katanya, maka jelas bahwa “pesan” makanan mengandung HIV/AIDS tersebut berasal dari Malaysia.

Hoax “asli” dari Malaysia tersebut, kemudian diberi bumbu dengan mencantumkan Kementerian Kesehatan; seakan berasal dari Kementarian Kesehatan RI.

Pesan “menakutkan” melalui WA itu, semakin membuat resah, apalagi di Bulan Puasa seperti sekarang ini, ketika masyarakat membeli dan mengkonsumsi buah-buhan kemasan kaleng. Sebab, tertulis “virus HIV/AIDS masuk ke makanan kaleng dan buah-buahan asal Thailand, lewat pekerja yang mengidap virus.”

Sebetulnya Hoax Makanan Mengandung Virus HIV/AIDS tersebut telah disanggah oleh BPOM, pada tahun 2014.

Pada waktu itu, 5 Juni 2014, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dr Roy Sparringa mengatakan bahwa,

“Berita tersebut hoax dan menyesatkan. Itu berita hoax. Sudah lama beredar, tidak benar dan menyesatkan.

Tolong hal ini diluruskan kepada masyarakat.

BPOM tidak pernah menemukan hal-hal seperti yang disebutkan dalam pesan berantai tersebut, termasuk kandungan darah dan virus HIV.

Selain itu, virus HIV tidak akan mampu bertahan hidup jika sudah keluar dari host atau tubuh manusia. Darah juga kalau keluar dari tubuh kan akan kering. Apalagi makanan kaleng melalui proses sterilisasi.”

Nah!

Jika anda termasuk yang mengshare HOAX sejak tahun 2013 tersebut, maka sebaiknya sebarkan juga tulisan ini. Alasannya, anda telah menjadi orang yang meresahkan masyarakat dengan menyebarkan beritak tak benar.

Itu, bahaya; sebab menurut UU ITE, anda bisa ditangkap aparat kepolisian.

JAKARTANEWS.CO

99,357 kali dilihat, 153 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa