Idul Fitri 2017 Dibungkus Siaga Perang

JAKARTA NEWS — Jakarta Selatan, tempatku ada dan berada, sunyi sepi, karena banyak pendatang telah pulang ke kampung halaman. Sikon yang sama, pastinya terjadi di seputar Ibu Kota, para pekerja dan pecinta kampung halaman, pulang ke rumah untuk rayakan Idul Fitri.

“Tahun lalu, saya, yang Natalan, menikmati kesendirian dan kesepian waktu; duduk berhadapan dengan jalan raya dan rel kereta api, yang sesekali melintas mobil, motor, dan commuter line.

Tapi, ternyata kesepian itu, cuma sebentar.

Pagi hingga siang, dan terus terjadi, apalagi setelah terjadi upaya “peledakan” Mapolres di Solo, raungan mobil polisi, dari arah Asrama Korps Brimob Mabes Polri, terus melintas di depanku.

Sirene berbunyi nyaring, mobil angkut personil, penjinak bom, bahkan “mobil” senjata ringan, meluncur ke arah Jakarta.

Ada apa gerangan!? Seorang teman memberi info bahwa sejumlah besar tempat ibadah di Jakarta, Mesjid, Gereja, Pura, dan lain sebagainya, mendapat pengamanan tambahan; termasuk objek vital milik negara, area publik, serta kantor polisi.”

Lho, kita khan mau berhari raya; tapi ko’ ada pengerahan aparat keamanan yang berlapis!?

Mengapa seperti itu!?
Itulah Indonesia kekinian.
Itulah Nusantara masa kini.

Sejak tahun 2000, utamanya, ketika itu, di Malam Natal sejumlah Gereja mendapat serangan bom, sikon jelang hari raya keagamaan, termasuk Idul Fitri “berubah wajah.”

Wajah cerah ceria, suka cita, gembira, riang, dan semarak, harus terisi juga dengan kewaspadaan. Waspada terhadap bom bunuh diri atau BBD.

=====

Idul Fitri 2017, tahun ini. Semoga tak terjadi BBD seperti tahun lalu di Solo.

Sejumlah besar Mesjid di Nusantara mendapat pejagaan keamanan yang berlapis. Organ-organ pemuda Gereja, Mesjid, Ormas Keagamaan, Polri, TNI, berjaga dan siaga, jelang Malam Takbiran dan Idul Fitri.

Ya, keamanan Idul Fitri 1438 H, kita, anda dan saya, memasuki dan merayakan Idul Fitri 1438 H dengan damai karena di sisi sana ada aparat yang siaga supaya aman.

Jika tidak, maka ada keraguan dan kekuatiran; kuatir terjadi hal-hal yang tak terduga, misalnya kekerasan yang parah berdarah.

Kini, di Nusantara yang ramah, setiap berhari raya, terutama Idul Fitri dan Natal, selalu berwarna dengan penjagaan keamanan yang berlapis.

Umat “hanya bisa” beribadah dan merayakan dengan aman serta damai jika ada “pagar” senjata dan mesiu yang melindungi mereka.

Ya, sejenak ku terpana dan bertanya pada diri sendiri, “Sampai kapan, negeri ini berhari raya dalam lindungan senjata dan mesiu!?”

Ya, sampai kapan berhari raya tanpa takut gangguan, bom, ledakan, dan sejenis dengan itu.

Entahlah ……..!
Agaknya, sudah menjadi nasib, Nusantara berhari raya sambil siaga perang.

 

Mari, kita menyatu hati sambil menaikan doa serta permohonan agar Nusantara kembali menjadi ramah, cerah, ceria, aman, damai, penuh kasih dan cinta kepada sesama tanpa memandang perbedaan SARA.

Akhir kata

Segenap Jajaran
Jakarta News Co
Relawan Cinta Indonesia
Gerakan Damai Nusantara
Komunitas Indonesia Hari Ini

Mengucapkan
Selamat
Merayakan
Idul Fitri 1438 H

Mohon Maaf Lahir Batin

Opa Jappy

­

Penanggung Jawab Jakarta News
Juru Bicara Relawan Cinta Indonesia
Salah Satu Pendiri dan Pembina Gerakan Damai Nusantara
Ketua Komunitas Indonesia Hari Ini

=====================

Sabtu, 24 Juni 2017, Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Islam akan menggelar sidang isbat (penetapan) awal bulan Syawal 1438 Hijriah atau Lebaran 2017.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin akan memimpin langsung sidang isbat bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin dan Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher.

Melalui sidang isbat tersebut, Kemenag akan menetapkan 1 Syawal 1438 Hijriah.

55,845 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa