IPAR: Ikatan Pers Anti Rasuah

Jakarta News Co

DEPOK/JNC. Jumat, 17  Juin 2016, Saung Situ Jatijajar, Depok, sekelompok wartawan muda, dikomandai oleh Obor  Panjaitan (Sorot Keadilan – Jakarta News Co), secara bersama merumuskan dan mendirikan IPAR atauIkatan Pers Anti Rasuah. IPAR yang berisikan para wartawan itu mempunyai visi dan misi menentang budaya 86 yang memang sudah membumi di segala kalangan.  IPAR didukung oleh sejumlah  didukung aktifis yang ikut ambil bagian dalam upaya pemberantasan korupsi.

Menurut Obor, Ketua Umum IPAR, bahwa,  “IPAR harus banyak belajar dan menempah diri, sehubungan dengan banyaknya PR yang harus diselesaikan. Saya sering menjumpai penyalahgunaan profesi wartawan dalam pelaksanaan sehari-hari. Itulah awal dari salah satu alasan kami mendirikan organisasi ini. IPAR juga akan ambil bagian dlm sosialisasi bahaya Rasuah. Tentu hal ini harus di mulai dari diri sendiri lalu organisasi IPAR seterusnya ke seluruh lpisan masyarakat terutama kepada para pnyelenggara negara yaitu eksekutif legislatif dan yudikatif.”

Sementara itu, salah satu tokoh IPAR, Darwin Sitanggang mengatakan, “Pers, saat ini sudah menjadi salah satu pilar demokrasi di negara ini. Kita tidak boleh menutup mata terhadap hal ini. Untuk itu idealisme yang diusung oleh organisasi ini saya sangat apresiasi. Ke depan, organisasi ini akan semakin besar. IPAR sebaiknya mendapat dukungan dari pihak-pihak terkait agar langkahnya semakin nyata. Telah berkumpul para wartawan dengan semangat berkobar di sini, yang gaungnya nasional. Konsekwensinya adalah komitmen. IPAR harus komit dengan visi dan misinya, yang tentunya harus dimulai dari diri sendiri dalam menegakkan keadilan dan kebenaran, tidak melakukan hal-hal yang sudah menjadi tren buruk. Negara sedang memanggil putra putrinya untuk ikut mengawal dan mensosialisasikan bahaya laten korupsi.”

Hj. Sofiah SE., salah satu tokoh masyarakat yang juga hadir di sana menyampaikan bahwa selain misi menindak budaya 86, IPAR juga ingin mengusung cita-citanya ke ranah nyata, dengan semangat utuh, kokoh, anti rasuah. Selanjutnya menurut Sofia, “Saya sangat mensupport dari awal, sudah sering diskusi juga dengan adinda Obor, sehubungan dengan keinginannya untuk merubah kondisi negara kita yang semakin parah ini. Harapan rakyat ini sebenarnya sudah hampir lumpuh. Dengan adanya KPK memang cukup membuat tenang. Tapi, KPK juga tentunya butuh pendamping, pendukung kuat, dan penerjemah tujuan. Dengan hadirnya IPAR, mudah-mudahan bisa ikut memonitor dan terus menggelorakan cita-cita bersama bangsa, rakyat Indonesia.”

Semoga IPAR serta seluruh anggotanya mampu dan kuat menahan diri dari godaan godaan Rasuah.agar negeri REPUBLIK INDONESIA terbebas dari penghianat bangsa yaitu para pelaku korupsi.

JAKARTANEWS.CO

426 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa