Israel Miliki UU Perlindungan Orang Kristen Arab

Tentara Israel

JAKARTA/JNC – 15 Juli kemarin, Parlemen Israel atau Knesset meloloskan undang-undang perlindungan orang Arab Kristen yang mendaftar sebagai tentara Israel atau IDF. UU tersebut merupakan bagian dari program legislasi Nasional dalam rangka kesetaraan hak dan perlindungan terhadap minoritas di Israel.

Undang-undang tersebut mencakup hukuman penjara bagi siapa saja yang mencoba untuk menghalangi orang Kristen Arab masuk dan bekerja di tentara Israel, Israel Defense Force.

Undang-undang perlindungan tersebut berlatar ada lebih dari 130.000 warga Arab Kristen di Israel yang potensial menjadi tentara IDF reguler maupu wajib milter. Namun mendapat tantangan sengit dari berbagai pihak. Akibatnya, pendaftar dari kalangan Kristen Arab sangat terbatas karena sebagian besar mendapat ancaman dan hasutan dari kalangan Arab sendiri.

Hal ini tampaknya berubah belakangan ini seiring dengan meningkatnya jumlah mereka yang mendaftar.

Gabriel Naddaf, seorang imam Ortodoks Yunani yang menganjurkan masuknya Arab Kristen ke dalam tentara, baru-baru ini telah diancam dengan kekerasan, dan bahkan kematian.

Penyerang diidentifikasi sebagai seorang aktivis dari partai Arab Hadash di Knesset.

Anggota Knesset  lainnya yang berasal dari kalangan Arab juga telah mengutuk Naddaf, menyebutnya “agen Zionisme yang berusaha untuk memecah Arab.”

Sebagian besar permusuhan terhadap tentara Kristen, berasal dari  anggota Knesset dari kalangan Israel. Bahkan anggota Knesset, Joint Arab List, Aida Touma-Suliman, menentang UU Perlindungan tersebut; menurutnya, “Mereka ingin menyeret penduduk Arab Kristen menjadi tentara yang menduduki rakyat mereka sendiri. Kami akan mencoba untuk menyarankan kepada orang-orang muda kita suatu jalan yang penuh kehormatan dan kebanggan, dan tidak menjadi bagian dari mesin apapun (IDF) yang menindas rakyat kita.”

Anggota Knesset dari kalangan Arab hadir selama pembahasan atas UU ini dan mereka sangat vokal dalam oposisi mereka.

MK Talab Abu Arar dari Joint Arab List dalam sidang pleno mengatakan, “Saya, sebagai Badui Arab, menyerukan kepada semua tentara Arab Badui untuk membuang seragam mereka, dan untuk kembali ke perjuangan melawan kebijakan rasis (IDF) terhadap orang-orang Arab secara umum dan terhadap Badui di Negev pada khususnya. “

Namun, di sisi lain  keputusan  Israel ini justru dinilai  berani dan berbahaya  untuk mendorong orang Kristen Arab  masuk ke IDF.

Dengan diloloskannya UU ini, pesan yang dikirimkan kepada rakyat adalah sipa pun yang mengadu-domba kekerasan antara Yahudi dan Arab di Israel, akan dihukum.

JAKARTANEWS.CO

 


The Knesset passed a bill this week designed to protect Arab Christians who enlist in the Israeli army.  The law, which includes an extended prison sentence for anyone who tries to dissuade a Christian Arab from serving in the IDF, became necessary in the face of stiff opposition and violent attacks against the Christian soldiers.

Much of the hostility towards the Christian soldiers comes from Arab members of Israeli Knesset. Knesset member Aida Touma-Suliman of the Joint Arab List attacked the bill during the debate. “They want to drag the Christian Arab population into volunteering for the army that is occupying their people,” she said. “We will try to suggest to our young people a path that is total pride and honor, and not to be part of any machine (IDF) that oppresses our people.”

There are over 130,000 Christian Arab citizens in Israel, a potential source of significant recruitment for the IDF. However, Arab Christian enlistment has been severely limited due largely to the threats and incitement against young Christians wanting to join the army. That appears to be changing as unprecedented numbers of Christians are enlisting.

Father Gabriel Naddaf, a Greek Orthodox priest who has advocated for a strong connection to Israel and IDF service for Christian Arabs, has also been threatened with violence, and even death. His 17-year-old son was attacked in Nazareth. The attacker was identified as an activist from the Arab Hadash party in Israel’s Knesset. Other Arab MKs have also condemned Naddaf, calling him “an agent of Zionism who seeks to divide Arabs.”

Arab Knesset members present during discussions over a bill ultimately designed to end intimidation against fellow Arabs (albeit Christians) were extremely vocal in their opposition. MK Talab Abu Arar from the Joint Arab List told the plenum, “I, as a Bedouin Arab, call on all Bedouin Arab soldiers to throw away their uniforms … and to return to the struggle against racist policies (of the IDF) against Arabs in general and against Bedouin in the Negev in particular.”

It was a bold and dangerous decision by the Israeli government to encourage Arab Christians to enlist in the IDF. Now that the government has passed a bill putting into law protections for the Arab Christians who want to serve in the army, a clear message has been sent to the rabble-rousers stirring up violence between Jews and Arabs in the country;  they will be punished.

Our prayer is that this bold message will contribute to greater integration and cooperation between the many Jews and Arabs who want to live together, and serve together, in Israel.
http://www.israeltoday.co.il/NewsItem/tabid/178/nid/29628/Default.aspx

2,337 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa