Jawa Tengah Berduka

longsor

JAKARTA/JNC – Hujan deras yang turun beberapa hari terakhir di Jawa Tengah, menyebabkan banjir dan longsor. Penda Jateng mencatat sebanyak 16 Kota dan Kabupaten di Jateng mengalami curah hujan yang tinggi, sehingga berdampak pada meluapnya sejuah sungai serta tanah perbukitan longsor. Akibatnya, 35 orang meninggal, 25 orang hilang dan 14 luka-luka

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jateng, Tim SAR, Aparat Gabungan TNI, dan relawan masih mencari korban hilang dan mengevakuasi korban.

Rincian korban menrut data dari BNPB sebagai berikut,

Purworejo, meningga 19 orang; hilang, 25 hilang; luka-luka, 11 orang luka-luka
Banjarnegara, meninggal 6; luka-luka 3 orang
Kebumen, meninggal 7 tujuh orang
Sukoharjo, meninggal, 1 orang
Rembang, meninggal 1 orang
Banyumas, meninggal 1 orang

Kami, Redaksi, Penulis, Kontributor JakartaNews.Co ikut berduka bersama keluarga korban.

JAKARTANEWS.CO

UPDATE

Hujan deras yang mengguyur Jawa Tengah pada Sabtu 18 Juni 2016, membuat Kabupaten Purworejo dilanda tanah longsor. Hingga kini, Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban hilang yang tertimbun materiil.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Senin 20 Juni 2016, menyatakan, “Hingga pukul 12.00 WIB, Tim SAR gabungan menemukan lagi empat korban dalam kondisi meninggal dunia. Tiga orang ditemukan di Desa Donorati Kecamatan Purworejo dan satu orang ditemukan di Desa Caok/Karangrejo, Kecamatan Loano. Dengan demikian, total korban bencana banjir dan longsor di Jawa Tengah adalah 47 tewas dan 15 orang hilang. “

Pencarian korban difokuskan di Desa Donorati yang diperkirakan masih ada enam orang hilang dan di Desa Caok/Karangrejo ada delapan orang. Sementara itu, di Desa Jelog Kecamatan Kaligesing masih ada satu orang hilang.

Sekira 250 personel Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, SKPD, NGO, relawan masyarakat mencari korban hilang di Desa Dorowati. Akses jalan yang sebelumnya tidak bisa dilalui, saat ini sudah diperbaiki sehingga tiga alat berat dapat membantu pencarian korban. Kondisi tanah labil dan potensi longsor susulan masih tinggi jika hujan di bagian hulu. Sedangkan di Desa Caok/Karangrejo tim SAR gabungan berjumlah sekitar 200 personel terus melakukan pencarian korban.

517 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa