Kapolri, “Tangkap Alfian Tanjung”

“Semua orang boleh ragu dengan agamaku tapi saya tidak ragu dengan iman dan imamku dan saya tidak pernah ragu dengan Islam agamaku.

Saya bukan bagian dari kelompok yang mengaku Islam yang punya tujuan mewujudkan negara Islam.

Saya bukan bagian dari yang mengaku Islam tapi suka menebar teror dan kebencian.

Saya bukan bagian dari kelompok Islam yang sesuka hatinya mengkafirkan saudaranya sendiri.

Saya bukan bagian dari segelintir Islam yang menutupi perampokan hartanya, menutupi pedang berlumuran darah dengan gamis dan sorban.

Saya bukan bagian dari Islam yang membawa ayat-ayat Tuhan untuk menipu rakyat.

Saya bukan bagian dari Islam yang membawa azas partainya untuk korupsi dan hidup bermewah-mewah.

Saya bukan bagian dari Islam yang menciptakan perang bagi sesama Islam.

Saya bukan bagian dari Islam yang menindas agama lain.

Saya bukan bagian dari Islam yang arogan dan menghunus pedang ditangan dan dimulut.

Saya bukan bagian dari Islam yang suka menjejerkan fustun-fustunnya.

Saya Jokowi bagian dari Islam yang Rahmatan Lil Alamin.
Islam yang hidup berketurunan dan berkarya di Negara RI yang memegang teguh UUD 45. Bhinneka Tunggal Ika adalah rahmat dari Tuhan.

Joko Widodo
24 Mei 2014
[http://nasional.kompas.com/read/2014/05/24/1429414/.Saya.Jokowi.Bagian.dari.Islam.yang.Rahmatan.Lil.Alamin.]

Pernyataan di atas disampaikan oleh Presiden Jokowi, yang kala itu masih Kandidat Presiden, sebagai jawaban terhadap tuduhan, tudingan, serta fitnah terhadap dirinya.

Ternyata tudingan dan tuduhan komunis tersebut, tak pernah selesai atau berakhir, kini kembali marak.

Ada banyak pihak mengggunaka isue komunis dalam rangka upaya pembusukan terhadap pemerintah Jokowi-JK, termasuk muncul dari Kivlan Zen. Rabu, 25 Mei 2016, pada diskusi di kantor Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri, Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen menuduh penganut paham komunis sudah menyusup dalam pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla; ada pergerakan komunis gaya baru yang dia anggap tengah bersiap untuk bangkit di Indonesia.

Selanjutnya menurut Kivlan,
“Kalau komunis gaya lama tampilannya sudah ada di konstitusi dan kepengursan partai. Tapi yang gaya baru partainya tidak ada tapi orang-orangnya sudah menyusup ke tingkat pemerintahan. Indikasinya adalah diadakannya simposium PKI yang berlangsung beberapa waktu lalu merupakan aksi pembiaran yang sengaja dilakukan oleh pemerintah.”

Penistaan terhadap Presiden Jokowi masih terus saja terjadi; lihat video ini

FB

YOUTUBE

Presiden Jokowi pernah menaggapi hal tersebu; menurut Presiden,

“Saya sudah berusaha sabar dengan mendiamkannya, tapi tudingan-tudingan terus bermunculan. Sekarang muncul lagi, tudingan komunis. Ini sudah penghinaan dan keterlaluan.

Kalau ada relawan yang marah akibat tudingan tersebut, hal itu wajar saja, karena relawan Jokowi-JK jumlahnya jutaan atau puluhan juta, tidak mungkin semuanya bisa menahan sabar.

Saya sudah berkali-kali mengingatkan relawan, agar jika ada perilaku tidak baik dari pihak lain, dibalas dengan kebaikan.

Saya sudah berkali-kali mengingatkan hal ini kepada relawan.”

Kini, dengan tegas saya sampaikan kepada Kapolri, “Tangkap Alfian Tanjung!”

Orang ini sudah melakukan kejahatan luar biasa terhadap Presiden Republik Indonesia.

Pak Kapolri, janganlah menanti rakyat atau pun para Pendukung dan Relawan Jokowi bergerak dengan cara mereka.

Segera tangkap dan penjarakan Alfian Tanjung

OPA JAPPY | JAKARTA NEWS

169,047 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa