Klarifikasi Walikota Pekalongan

KLARIFIKASI

Pemkot Pekalongan Klarifikasi Walikota Pekalongan terkait Berita Izin Tempat Ibadah. Menanggapi berita yang dimuat oleh media online : http://infoseputarpekalongan.com yang memberitakan bahwa Walikota Pekalongan hanya akan memberikan izin tempat ibadah bagi umat Islam, maka dengan ini saya memberikan klarifikasi resmi sebagai berikut,

  1. Bahwa pada prinsipnya Pemerintah Kota Pekalongan tetap menjunjung tinggi dan menjamin kebebasan beragama sesuai dengan konstitusi NKRI, dan selama ini Kita Pemkot Pekalongan melindungi semua penganut beragama dan mendorong hubungan yang harmonis antar umat beragama.
  2. Terkait dengan berita di media online infoseputarpekalongan.com terkuat izin tempat ibadah, saya tegaskan bahwa semua proses pembangunan tempat ibadah di Kota Pekalongan dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang – undangan yang berlaku dengan tetap memperhatikan keselarasan dan keharmonisan hubungan antar umat beragama di Kota Pekalongan, yang selama ini telah terjalin dengan baik. Sejauh ini di Kota Pekalongan terdapat: Masjid/mushola : 806. Gereja : 12; Pura : 3; Vihara : 3; Klenteng : 2. Dan semuanya selama ini berjalan dengan baik dan harmonis. Persentase tempat ibadah dan jumlah penduduk antar agama relatif seimbang; Islam 0,29%; Kristen 0,20 %; Katolik 0,02 %; Hindu 0,44 %; dan Budha 0,14%. Intinya Pemkot memfasilitasi semua pemeluk agama untuk dapat beribadah dengan baik sesuai keyakinannya.
  3. Bahwa Pemkot Pekalongan akan tetap mendorong Kota Pekalongan sebagai kota yang inklusif, toleran dan menjunjung kebhinekaan dalam bingkai NKRI. Tradisi tradisi yang telah lama warga Pekalongan yang menunjukkan semangat harmoni dan kebhinekaan serta saling menghargai dalam kehidupan beragama, seperti pawai panjang jimat dalam rangka maulidan, rutin diikuti oleh teman teman Tionghoa dengan berpatisipasi dlm bentukan kesenian barongsai, dan ada juga tarian arwana (Arab, Jawa, cina) yang menggambarkan keharmonisan hubungan antar etnis dan agama. Semua itu akan terus dikuatkan sebagai bentuk komitmen terhadap pluralitas, inklusifitas dan kebhinekaan dalam bingkai NKRI.

 

Pekalongan, 24 Juni 2017,

Salam Bhineka, MERDEKA

A. Alf Arslan Djunaid, Walikota Pekalongan.

 

JAKARTA NEWS |#25 002 003#

36,407 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa