Lab Psikologi Politik UI, “Ahok, Tokoh Paling Direkomendasikan untuk Jadi Gubernur DKI”

302403_11062307042015_ahok_awan

JAKARTA/JNC – Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI) terkait Pilkada DKI Jakarta 2017. melakukan pada tanggal 9 Juni 2016 hingga 28 Juli 2016. Partisipan survei adalah sebagian besar berlatar belakang profesor dan doktor. Survei dilakukan dua tahap, yakni Focus Group Discussion (FGD) dan Survei Opinion Leader. Sebanyak 206 orang pakar yang 60 persen lebih berlatar belakang profesor dan doktor dalam survei ini.  Mereka diminta untuk menilai sembilan orang tokoh yang telah dipilih melalui FGD sebelum survei Opinion Leader. Sembilan tokoh tersebut adalah Sembilan tokoh itu yakni

  1. Basuki Tjahaja Purnama
  2. Djarot Saiful Hidayat
  3. Ridwan Kamil
  4. Sandiaga Uno
  5. Suyoto
  6. Sjafrie Sjamsoeddin
  7. Tri Rismaharini
  8. Yoyok Riyo Sudibyo
  9. Yusril Ihza Mahendra

Menurut Sebastian Salang, pengamat politi, Selasa 2 Agustus 2016,

“Survei tersebut merupakan opini dari orang-orang terdidik, kelompok rasional, pemikir yang well inform dan wakil dari para pembuat opini di masyarakat. Mereka sangat memahami dan mengetahui bahwa untuk menjadi seorang pemimpin itu perlu integritas dan berbagai syarat lainnya dan itu semua sudah ada pada diri Ahok. Mereka sudah buat keputusan bahwa yang tepat saat ini memimpin Jakarta adalah Ahok.

Yang ditunggu saat ini adalah keputusan masyarakat yang nota bene cenderung emosional akibat kurang paham akan syarat-syarat mencari figur pemimpin yang ideal. Ahok untuk segera mendeklarasikan diri setelah mendapat dukungan tiga partai politik dan satu juta KTP.

Ahok tidak perlu lagi menunggu dukungan partai lain. Biarkan saja partai-partai lain bermanuver. Karena belum ada lho calon pemimpin yang didukung oleh dua kekuatan utama yakni partai politik dan independen. Ini baru pertama kali terjadi di Indonesia.”

Sementara itu, Ketua Laboratorium Psikologi Politik UI, Hamdi Muluk mengungkapkan hasil survei yaitu,

Tokoh paling direkomendasikan untuk jadi gubernur DKI jika Pilkada DKI Jakarta

  1. Basuki Tj Purnam/Ahok – 79,74 %
  2. Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung – 38,8 %
  3. Tri Rismarini, Wali Kota Surabaya – 38,67 %
  4. Nama-nama lainnya < 38,67 %

Tokoh yang TIDAK DIREKOMENDASIKAN menjadi gubenur DKI Jakarta

  1. Yusril Ihza Mahendra – 43,8 %
  2. Sandiaga Uno sebanyak – 29,78 %
  3. Sjafrie Sjamsoeddin – 17,3 %
  4. Nama-nama lain < 17,3 %

JNC

Jika Kalah Lawan Ahok, PDI-P Dinilai Akan Kalah di Pilpres 2019

Ketua Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia Hamdi Muluk mengungkapkan saat ini posisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dilematis jelang Pilkada DKI Jakarta 2017. PDI-P bisa dianggap blunder bila salah langkah. Menurut Hamdi,

“Bayangkan, kalau dia (PDI-P) pilih lawan Ahok dan kalah, habis dia untuk (Pilpres) 2019. PDI-P, menurutnya akan dikenal dengan partai kalah pada Pilkada DKI Jakarta. Perolehan suara 2019 PDI-P pun akan berpengaruh. Belum lagi bila PDI-P memilih melawan Ahok dengan menjagokan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Risma sebagai figur yang bisa mendongkrak perolehan suara PDI-P di Jawa Timur. Jatim di lepas pula.

Namun, lain soal bila PDI-P dengan Risma sebagai jagoan memenangi pertarungan Pilkada DKI Jakarta 2017. Baik Risma dan PDI-P akan mendapat keuntungan dan kepuasan sendiri. Dan dia punya kepuasan batin, ngalahin anak kecil yang omongannya keras. Kalau kata Bu Mega kan (Ahok) anak kecil. Seneng dia.”

Menunggu “Kambing” dari Partai Demokrat

Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Masinton Pasaribu, menyebutkan partainya bakal menang dalam pertarungan Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.  Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ini yakin PDIP mampu menjadi partai pengusung yang akan mengalahkan gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. PDIP hingga kini masih belum menentukan pilihannya.

Di sela kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A, Pekanbaru, Senin, 1 Agustus 2016, Masinto menyatakan, “Meski kambing yang dibedaki sekalipun kami usung pasti menang, apalagi lawannya cuma Ahok.  Ahok bukan lawan tangguh buat PDIP. Apalagi partai berlambang banteng moncong putih ini punya kader dengan rekam jejak bagus, yang diyakini mampu menyaingi Ahok di DKI. Mudah sekali mengalahkan Ahok>’

Masinton menilai, Ahok bersama timnya kini tampak gugup memastikan diri maju di DKI 1. Meski sudah mengumpulkan sejuta KTP, Ahok justru tidak percaya diri maju lewat jalur independen. “Akhirnya apa, dia malah ingin maju dari jalur partai.

Menurut Masinton, “Ahok bukanlah sosok pemimpin daerah yang moncer di kancah politik. Ahok punya pengalaman buruk dalam karier politik. Ia pernah kalah dalam pertarungan pemilihan Gubernur Bangka Belitung 2007. Ahok yang mundur dari Bupati Belitung Timur saat itu kalah bersaing dalam rivalnya, Abdul Maulana.  Kami telah mendengar ada komunitas yang mengusulkan Risma (Wali Kota Surabaya), Djarot (Wakil Gubernur Jakarta), bahkan Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah). Semuanya kader. Kami menyambut baik dukungan itu karena datang dari warga, bukan dari pengurus. Artinya kader PDIP diinginkan oleh warga DKI.”

 

OPA JAPPY | JAKARTANEWS. CO

273,345 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa