Manfaat Agama pada Kesehatan Holistik

 

Manfaat Agama Untuk Kesehatan

Saat ini, tak disangkal bahwa, kesadaran masyarakat agar hidup masih sangat kurang, padahal ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tanpa harus membuang-buang waktu atau materi secara berlebihan.

Salah satu caranya adalah dengaan memperkuat landasan agama atau kepercayaan spritiual. Agama memiliki pengaruh yang cukup kuat untuk menjaga kesehatan, jiwa maupun rohani, dan tubuh.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) komponen kesehatan holistik terdiri dari aspek spiritual, biologis, psikologis, dan sosial. Konsep-konsep tersebut memiliki makna untuk membangun manusia yang utuh dan sehat.

Peneliti dari Universitas Duke, David Hayward, setelah melakukan penelitian terhadap 268 orang, menyatakan bahwa aktivitas religus dan keterlibatan seseorang dalam kelompok agama ternyata membuat hidup menjadi lebih sehat. Ada hubungan antara kondisi otak, kesehatan, dan agama.

Hasil penelitian David Hayward yang dipublikasi pada jurnal PLos ONE (Public Library of Science ONE); Haywar melalukan survei mengenai keterlibatan dalam kelompok religius dan aktivitas keagamaan.

Hasilnya orang yang terlibat dalam kelompok keagamaan memiliki kondisi kesehatan lebih baik di usia tua ketimbang mereka yang tidak. Meski begitu, Hayward menegaskan efek ini berbeda-beda untuk setiap orang.

Menurut David Hayward ada 4 manfaat agama terhadap kesehatan manusia.

1. Menurunkan tekanan darah.
Studi yang dilakukan oleh Medical Center Universitas Duke pada tahun 1998, menyatakan bahwa orang tua yang lebih aktif beribadah memungkinkan memiliki tekanan darah lebih rendah 40 persen daripada orang tua yang kurang aktif. Sampai saat ini para peneliti belum bisa menjawab alasannya.

2. Kepuasan hidup yang lebih tinggi.
Orang-orang yang aktif beribadah lebih memiliki kebahagian hidup dan kepuasaan tersendiri, berbeda dari orang – orang yang kurang aktif.

Menurut studi yang dilakukan American Sociologial pada tahun 2010, bahwa kemungkinan kehadiran di tempat beribadah secara teratur menghasilkan ikatan sosial yang kuat pada setiap manusia. Dengan kata lain, orang yang lebih rajin beribadah cenderung memiliki banyak teman.

3. Lebih mampu menghadapi rintangan.
Berdasarkan survei yang dilakukan kepada 345 pasien oleh Journal of American Medical Assosiacttio pada tahun 2009 menyatakan bahwa mereka yang menderita penyakit kronis, apabila lebih aktif beribadah dapat memperpanjang hidup mereka. Sebab, agama menanamkan sikap sabar dalam menjalankan hidup dan selalu berfikir untuk tetap positif dalam menjalani rintangan.

4. Durasi Kehidupan yang Lebih Panjang.
Manusia yang rajin dalam kegiatan keagamaan, setidaknya sekali dalam seminggu, mendapatkan 7 tahun tambahan hidup dibandingkan mereka yang jarang pergi ketempat ibadaah.

Studi yang dilakukan pada tahun 1999 menyatakan bahwa mereka yang melewatkan kegiatan ibadah memiliki risiko kematian sekitar 1,87 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang rajin dalam kegiatan agama.

Para peneliti menyatakan bahwa manfaat sosial dari komunitas agama yang membantu menjaga kesehatan orang-orang lebih lama.

DETIK HEALTH
Editor Opa Jappy

 

JAKARTA NEW | code #25 100 11#

25,610 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa