Manfaat FPI

Di mana-mana ada bahasan tentang pembubaran serta penolakan terhadap FPI; akan tetapi tidak sedikit tokoh agama dan politisi yang mendukung atau ‘menyatakan’ FPI tak perlu dibubarkan. Agaknya para tokoh tersebut melihat sisi baik – keuntungan jika FPI tidak dibubarkan.

1. Sebagai gerakan pembela agama. Dari namanya, sangat jelas, bahwa mereka membela Agama Islam (Agama atau Umat!?). Mungkin yang mereka maksud adalah membela umat Islam. Membela umat Islam Indonesia agar bebas dari penindasan (saya malah bingung, karena siapa yang menindas umat Islam di Indonesia). Jika mereka maksud adalah membela Agama Islam – Agama Allah, malah, saya sangat heran, karena ALLAH YANG MAHAKUASA (saya masih percaya IA MAHAKUASA) tersebut, ko’ membutuhkan manusia untuk membela agama. Apa memang (di Indonesia), IA menjadi TIDAK MAHAKUASA!?

2. Sebagai contoh umat yang telah melaksanakan ajaran agama dengan cara paling benar. Mereka memperlihatkan kejujuran sebagai gerakan pemurnian agama dengan cara keras. Dan alat yang digunakan pun gampang, yaitu, pentungan, kayu, besi, pengeras suara, teriak-teriak.

3. Kemungkinan ada banyak tokoh yang mendukung mereka. Karena tak diragukan lagi militansinya, serta kecintaan mereka ke/pada para habib. Sehingga hanya mereka yang bisa membagi manusia Indonesia ke dalam kafir serta tidak kafir.

4. Mungkin saja mereka adalah bagian dari tim persiapan pelaksanan syariah dan negara Islam Indonesia.

5. Mereka adalah ormas yang TAK MEMPERMALUKAN ISLAM dengan bahasa kekerasan – bahasa brutal – bahasa rusuh – bahasa kekacauan; malah mereka TELAH memperlihatkan DAMAI dan KEDAMAIAN menurut VERSI sendiri. damai dan kedamaian tersebut hanya bisa terjadi jika semuanya sesuai dengan keinginan dan konsep-konsep FPI; diluar itu harus dimusnahkan.

6. Mungkin, bisa difungsikan sebagai alat atau perangkat untuk menunjang sentimen SARA. Pihak luar bisa memberi masukan-masukan kepada mereka agar bisa menjadi alat untuk dikerahkan ke berbagai penjuru. Para tokoh-tokoh atau pemimpin Agama, politik, penguasa, pengusaha, pemerintah, kepala suku atau pun sub-suku. Mereka adalah orang-orang yang ingin meraih keuntungan dari suatu perbedaan. Bagi mereka, perbedaan merupakan suatu kesalahan dan ketimpangan sosial, sehingga perlu diperbaiki melalui pemurnian dengan cara menghilangkan atau menghancurkan semua hal yang berbeda.

7. Agaknya dapat difungsikan sebagai pendemo. Para politisi yang tidak bisa menerima kekalahan pada pemilihan pimpinan daerah [wilayah] maupun politik; ada banyak kasus kerusuhan sosial yang terjadi di Indonesia akibat [sesaat] setelah pemilihan lurah [kepala desa], bupati, walikota, bahkan gubernur; calon atau kandidat yang kalah, secara langsung maupun tidak, menggerakkan massa pendukungnya agar melakukan protes dan demonstrasi, yang diakhiri dengan kekerasan serta kerusuhan.

8. Bisa jadi, dapat berfungsi sebagai alat penggerak masa untuk penolakan pembangunan tempat ibadah. Para bupati/walikota/camat/lurah/ dan seterusnya, agar tak dibilang anti Pancasila, maka mereka mengeluarkan IMB mendirikan Gedung gereja; akan tetapi hati kecilnya – jiwanya menolak. Nah, untuk itu mereka membutuhkan orang-orang seperti FPI, sehingga bisa sebagai gebrakan rakyat yang menolak adanya tempat berdirinya ibadah (terutama Gereja). Dengan itu, mudah dimengerti jika ada perusakan tempat usaha etnis tertentu; tempat ibadah agama-agama; rekayasa sosial dan membangun opini publik melalui media massa, agar seseorang yang berbeda SARA tidak menduduki jabatan struktural, fungsional, dan politik di lingkungan pemerintah maupun bidang-bidang terkait lainnya

9. Dan juga, jika tak bubarkan, maka memungkinkan sebagai alat penggerak – pengumpul massa dalam rangka kampanye pemilu – pilkada dan lain sebagainya.

10………

11. Silahkan anda tambahkan

 

 

 

OPA JAPPY | JAKARTA NEWS

7,271 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa