Melangkah Tanpa Kaki

BACA

Bogor, Jakarta News–Sekarang, kubisa (saya yang sementara) duduk dan membaca (tulisan ini), karena tadi beralih dari suatu tempat hingga tiba di sini.

Di sini, tempat saya sekarang, hanya sekedar kamar biasa di rumah, hanya di Bus Umum, hanya di KRL/Commuter Line, dan mungkin hanya ruang kerja sederhana; namun semuanya tak menghambat saya (kita) membaca.

Kita, telah sampai di atau pada tempat ini karena telah melangkah dengan kaki dan melangkah tanpa kaki atau bukan gunakan kaki. Melangkah dengan kaki, sangat jelas dan mudah (untuk orang yang sehat dan normal) di lakukan dan pahami.

Melangkah bukan dengan kaki, bagaimana bentuknya!?

Itu adalah ungkapan yang digunakan untuk atau karena adanya peralihan; peralihan dari satu tahap, ke berikutnya. Misalnya, ketika sementara mengajar, ceramah, presentasi, kita katakan, “Mari kita melangkah ke hal selanjutnya; atau langkah berikutnya adalah; atau langkah-langkah selanjutnya adalah,…” Semuanya itu menunjukan adanya perpindahan – peralihan topik, bahasana, dan lain sebagainya; namun anda atau yang mendengar, tetap di tempat, sama-sama tak melakukan moving ke tempat lain.

Langkah – melangkah tanpa kaki tersebut, bisa menyangkut atau berhubungan dengan banyak hal; karena bersifat peralihan,maka dapat menjadi suatu tanda adanya perubahan. Misalnya, dari sedih – kesedihan menjadi senang, suka cita, dan sebaliknya; tanpa semangat, letih, lesu, menjadi aktif, semangat, dan penuh kecerian; dari sikon hati yang tanpa semangat, menjadi penuh dengan semangat baru, dan seterusnya.

Nah, bagaimana dengan harimu (hariku) di/pada hari ini!? tadi, ketika sebelum ada di sini/di tempat ini.

Bagaimana sikon hati, jiwa, roh mu!? engkau (diri saya) telah berhasil melangkah dengan kaki, sehingga ada di dini/di tempat ini; namuh, apakah diriku/diri saya telah melangkah tanpa kaki!? Apakah ketika saya ada di sini/di tempat ini terjadi perubahan (kecil, besar) yang berbeda dengan sebelumnya (sebelum ada di sini/tempat ini).

Banyak orang bisa melangkah dengan kaki, bisa berpindah tempat, mampu melakukan moving secara fisik; namun sedikit yang berani, bisa untuk melangkah tanpa kaki.

Banyak yang lebih suka ada dalam sikon diri penuh beban, pergumulan, dan pahit serta kepahitan hidup. Banyak di antara kita, yang tak mau beralih, berpindah, dan moving tanpa kaki.

Coba ingat lagi, sebelum kita ada di sini atau di tempat ini, apakah kita melangkah dengan semangat pagi sehingga sisa-sisa semangat itu, masih terasa pada waktu sekarang (saat membaca)!?

Ok, berpikirlah sejenak untuk melakukan peralihan dan ayunkan langkahmu tanpa kaki.

 

Salam untuk semua

MAR | JAKARTA NEWS 25 001 15

Baca

25,164 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Share Button

REDAKSI

Suarakan Kebebasan