Mendagri, “Tingkatkan Siskamling”

JAKARTANEWS.CO

JAKARTA/JNC – Pelaku aksi bom bunuh diri (BBD) di Solo, yang tewas di tempat, ternyata warga Solo; warga salah satu RT di Solo.  Warga setempat tak menaruh curiga pada tampilan dirinya yang agamis dan tenang. Sayangnya dibali sosok dan tampilan tersebut, ia adalah seorang teroris.  Timbul tanya, warga yang lengah atau memang Sang Teroris begitu lihai menggunakan “topeng kebaikan” sehingga tak dicurigai publik.  Yang pasti, ia telah gagal “membunuh” banyak orang.

Menanggap aksi teror yang gagal tersebut, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan,

“Sistem keamanan keliling (Siskamling) harus ditingkatkan kembali di setiap desa, kelurahan, RT dan RW dengan melibatkan semua masyarakat. Kita harus berani menentukan sikap `siapa kawan, siapa lawan`, yang kepada siapa pun, baik dengan sengaja maupun skenario, merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Saya, sebagai Mendagri, dalam berbagai kesempatan selalu menyampaikan bahwa ancaman bangsa dan masyarakat Indonesia yang utama adalah narkoba, korupsi dan khususnya bahaya radikalisme atau terorisme.”


Presiden Joko Widodo mengimbau kepada masyarakat Indonesia, khususnya Kota Solo, Jawa Tengah untuk tetap tenang menjalankan ibadah puasa usai tragedi ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Mapolresta Solo pada Selasa pagi. Dalam konferensi pers di Hotel Grand Inna Muara, Kota Padang, Presiden mengatakan,

“Saya telpon dan aparat sudah bisa mengendalikan keadaan yang ada dan kita berharap masyarakat tenang tetapi juga waspada karena besok kita sudah masuk ke hari raya Idul Fitri. Sekali lagi kita mengharap masyarakat tetap tenang menjalankan ibadah terakhir puasa hari ini dengan khusyuk.”

Presiden Jokowi juga menegaskan rencana kunjungan kerja dan silaturahim ke Solo dan Yogyakarta pada 6-9 Juli 2016 akan tetap berlangsung sesuai rencana.

ANTARA – JAKARTA NEWS.CO

392 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa