Nusa Tenggara Timur Butuh Pemimpin yang Berintergritas

Integirty, in-teg’-ri-ti, (Hebrew, tom, tummah). Tom means simplicity, soundness, completeness, upright, perfection. Tummah (plural tummim). The word integrity does not occur in the NT, but its equivalents may be seen in sincerity, truth, the pure heart, the single eye, etc. In the above sense of simplicity of intention it is equivalent to being honest, sincere, genuine, and is fundamental to true character. Jelas bahwa, integritas adalah mutu, sifat, keadaan yang menunjukkan kesatuan utuh pada seseorang sehingga memiliki potensi dan kemampuan memancarkan kewibawaan dan kejujuran.

Integritas selalu dihubungan dengan pemimpin dan kepemimpinannya pada bidang militer, sipil, sosial-politik, ataupun organisasi tertentu. Karena, seorang pemimpin tidak mampu menjalankan atau memperlihatkan kepemimpinannya yang tanpa integritas.

Dengan integritas, maka seorang pemimpin mampu menata, mengatur, bahkan mengelola jalan atau proses organisasi dengan baik dan benar; ia akan didengar; dan sekaligus mampu memberi solusi serta mendampingi sesamanya yang ia pimpin.

Model dan makna integritas seperti itu, bukan hanya untuk para pemimpin – pemuka bangsa, tokoh masyarakat, tetapi juga para rohaniawan dan ulama, termasuk anggota parlemen, pejabat pemerintah, sipil, maupun militer.

Mungkin saja, masih banyak orang mempunyai integritas yang kuat, hebat, dan mampu menggunakan kekuatan di luar dirinua untu melakukan sesuatu yang besar dan luar biasa. Termasuk, menggunakan energi yang luar biasa pada Rakyat [termasuk energi membuat kerusuhan sosial serta berbagai kebrutalan lainnya demi keuntungan politik? ENTAH].

Bayangkanlah, jika energi pada rakyat harus dipakai untuk membangun hidup serta kehidupan berbangsa; bersatu membangun, dan membangun dalam kerangka NKRI tercinta.

SAYANGNYA, sekarang ini, kita sulit menemukan pemuka-pemuka bangsa, yang mempunyai Integritas tinggi terhadap kesejahteraan rakyat. Mungkin mereka ada, dan banyak, namun terbenam dan tak terdengar; atau tak punya banyak hal untuk menonjolkan ke hadapan publik.

Dengan demikian, masih adakah integritas dalam dalam diri kita; atau masih tersisahkah itergritas yang penah menyala-nyala dalam diri ini!? Atau mungkin nyala dan kehangatannya menjadi sirna, padam, dan tak berbekas karena kemelut hidup dan kehidupan; juga akibat kita mengikuti arus mereka yang tak peduli terhadap intergritas.

 

OPA JAPPY | CODE 4 001 14

40,446 kali dilihat, 13 kali dilihat hari ini

Share Button

REDAKSI

Suarakan Kebebasan