Opa Jappy, “Kasian Deh Loe, Demo Tangkap Ahok, Gagal Total”

Panggung Rakyat Tangkap Ahok, yang katanya mau menangkap Ahok, gagal total. Rencana Duo Haters Sejoli, Ahmad Dhani dan Nenek Sarumpaet, cuma menangkap angin. Kali ini Polda Metro Jaya tak mau terulang lagi tindakan anarkis dan vandalis di Gedung KPK dan sekitarnya, seperti kasus demo HMI dan FPI beberapa waktu yang lalu. Sebelum semua ‘berjalan,” Polisi mengagalkan rencana demo Duo Sejoli dan antek-antek bayaran mereka.

Pihak kepolisian telah membuat aturan Pendemo yang ingin unjuk rasa ke KPK untuk melakukan kegiatannya di gedung KPK baru. Namun masih saja ada oknum yang membandel, sehingga polisi terpaksa menghalau mereka. Sejumlah pemdemo yang menggunakan 3 metro mini berhenti di depan gedung tersebut. Para Pendemo ini didominasi oleh pria, namun ada pula wanita dan anak-anak.

Belum jelas maksud dan tujuannya berdemo, sesaat mereka akan turun dari metro mini, puluhan personel kepolisian yang dipimpin Kapolsek Setiabudi, AKBP Tri Yulianto langsung meminta para Pendemo untuk melakukan aksinya di gedung KPK baru yang terletak di samping Hotel Royal Kuningan. Wakapolsek Setiabudi Kompol Sri Wahyudi kepada seorang wanita yang ikut menjadi pendemo, “Kalau demo jangan di sini. Sudah ada aturannya kalau berdemo di sana (gedung baru).”

Namun beberapa pendemo sempat bersikeras untuk melakukan aksinya di depan gedung lama. Sehingga polisi terpaksa melakukan tindakan tegas dengan menyuruh mereka kembali naik ke atas metromini. Kejadian yang berlangsung selama 15 menit tersebut otomatis membuat lalu linta di depan gedung lama KPK sempat tersendat. Dengan bersungut-sungut para pendemo yang belum diketahui asal usulnya ini akhirnya diarahkan polisi untuk melakukan aksi mereka di gedung KPK yang baru.

Reaksi Ahok

Menanggapi adanya rencana demonstrasi itu,Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, du Balai Kota, 2 Mei 2016, mengatakan”Ya tangkap saja, begitu kan? Memangnya aku burung?”  Kayaknya sudah sering deh Panggung Rakyat Tangkap Ahok. Ya harusnya ganti dong, ‘jerat Ahok'”

Mobil Konser Ditahan Polisi

Truk tronton dan mobil boks berisi peralatan sound system itu diamankan saat hendak menuju ke KPK di depan Gedung Kedubes Belanda, Kuningan, Jaksel, sekitar pukul 03.30 WIB dini hari tadi.  Peralatan tersebut sedianya akan digunakan untuk gelaran aksi demo di depan KPK hari ini dengan tajuk ‘Konser Panggung Rakyat Tangkap Ahok’. Sejumlah purnawirawan jenderal, aktivis Ratna Sarumpaet hingga musisi Ahmad Dhani akan hadir dalam ‘konser’ tersebut.

Aparat Intelkam Polda Metro Jaya mengamankan truk tronton, mobil hardtop dan mobil boks yang membawa sound system untuk peralatan demo ‘Panggung Rakyat Tangkap Ahok’ di depan Kedubes Belanda, Kuningan, Jaksel. Barang bukti tersebut diamankan di Markas Polda Metro Jaya.

Truk tronton berwarna biru dengan nopol B 9776 QZ terparkir di depan Gedung Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya; mobil hardtop warna putih bernopol B 2017 AI’ mobil boks yang mengangkut sound system, ada stiker besar ‘Mahadewa 19’ dengan gambar Ahmad Dhani.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan,

“Polri tidak melarang massa untuk berdemo. Kami tidak membungkam. Demo adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan haknya. Tetapi harus mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Koordinator demo memang sebelumnya telah melampirkan surat pemberitahuan ke pihak Intelkam Polda Metro Jaya. Mereka juga memaparkan konsep demo, hingga alat peraga. Konsep demo mereka kan berupa konser. Itu depan KPK kan jalanan, bukan lapangan.

Pihak Intelkam yang menerima surat pemberitahuan sebelum akan memggelar demo. Kami sudah mengingatkan untuk tidak membawa tronton, tetapi dini hari itu tadi mereka tetap membawa tronton ke jalan.”

Ketika mengetahui properti Live Musicsnya diamankan polisi, Ahmad Dhani adan Ratna Sarumpaet mendatangi Markas Polda Metro Jaya; mereka mempertanyakan mengapa 8 orang krunya dan 4 kendaraan yang akan digunakan demo ditahan di Polda Metro Jaya. Menurut Dani, “Kita mau tanya kenapa anggota kita kok diperiksa dalam rangka BAP atau interogasi? Sekarang kalau enggak boleh masuk cukup ditahan, jangan dibawa. Kalau di sini ditahan ini melanggar pasal apa?  Terus anak buah saya ditahan ini BAP resmi atau tidak, kalau diinterogasi BAP atas pasal apa kan harus jelas.”

Ratna Sarumpaet pun sama; mempertanyakan  truk tronton yang sedianya dibawa ke KPK itu akan digunakan untuk panggung rakyat dalam rangka menyampaikan pendapat di muka umum untuk melawan Ahok.

Gaya Ngeles Dua Sejoli Ratna Ahmad

Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet mendatangi Gedung KPK yang lama, di Jl HR Rasuna Said. Maksud mereka ke sana untuk melakukan aksi demonstrasi berkonsep konser. Namun rencana aksi tersebut gagal. Sebab ada peraturan yang menyatakan aksi demonstrasi di Gedung KPK, harus dilakukan di gedung baru yang berjarak sekitar 100 meter dari gedung lama. Ratna pun protes karena tak diperbolehkan demo di gedung lama. Opung Ratna pun protes, “Kita gak mau bikin demo, kita mau nyanyi!” “Yang jelas kita mendemo komisoner KPK dan bukan gedung kosong.”

Setelah adu argumen dengan petugas keamanan, akhirnya Ahmad Dhani, Ratna dan massa demonstran pindah ke gedung baru pada pukul 11.30 WIB. Sebelum sampai ke sana, Ahmad Dhani dan rekan-rekannya istirahat terlebih dahulu di samping gedung lama.

Kasian deh loe

JAKARTA NEWS CO

1

2

3

4

5

6

7

260d6941-9936-44b5-a38d-314a537a47ec_169

127,839 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa