Opa Jappy, “Selamat Tahun Baru 2017”

Pesta Tahun Baru, akhiri tahun sebelumnya dan memasuki tahun yang baru telah dilakukan oleh orang-orang Romawi, Babel, Timur Tengah, Afrika, India, Tiongkok, dan bangsa-2 Eropa kuno, serta suku dan sub-suku di pelbagai penjuru Bumi, jauh sebelum ada Kristen [Katolik].
Mereka merayakan suatu kemenangan-keberhasilan mengikuti [mendampingi dari bumi/tanah] edaran Matahari [dan juga Bulan], dan kini Sang Matahari [Bulan] telah kembali ke tempat semula [ketika mulai berputar]. Manusia, sebagai makhluk bawah/bumi/tanah mengikuti irama edaran Matahari dan penguasa di balik Sang Matahari itu.
Dan sebagai tanda kemenangan-keberhasilan, pada masa lalu, orang-orang di era itu, melakukan berbagai ritual, tarian, persembahan, sesembahan [biasanya berupa buah-buahan – rumput-rumputan – sayur mayur, sebagai lambang tanah yang masih subur dan menghasilkan makanan] kepada Sang Penguasa Matahari, karena masih membiarkan matahari ada untuk menerangi serta mempengaruhi alur  hidup dan kehidupan.

Pada sikon kekinian, di sini dan pada banyak tempat di Bumi, model perayaan Tahun Baru seperti pada masa lalu tersebut, tentu telah beralih – mengalami pengalihan bentuk dan isi.  Tetapi, merayakan Tahun Baru sebagai sesuatu yang penuh sukacita, masih tetap sama. Ada kegembiraan karena [dengan segala kelebihan – kekurangan serta aneka warna hidup dan kehidupan] masih ada kesempatan untuk melewati dan memasuki [tahun yang lama serta tahun yang baru]

Dan semuanya itu, bukan saja milik Si Kristen, Si Protestan, Si Katolik, Si Budha, Si Hindu, dan Si serta Si yang lain, tetapi milik semua umat manusia.



MELEWATI  [GARIS] BATAS WAKTU

Detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, dan tahun, hanya sebutan untuk memilah waktu dan masa. Sebutan yang ditandai dengan garis batas waktu. Garis Batas yang yang tak pernah ada.

Garis Waktu tersebut selalu menemani manusia, sepanjang masa – sepanjang  ia ada – dan – selama ada hidup dan kehidupan. Dan manusia, hidup dan kehidupannya, ada di/dalam serta di batasi oleh garis batas waktu.

Sebentar lagi, sesaat yang akan datang, sekali lagi kita [anda dan saya] akan melewati batasan waktu yang bernama tahun lama,  kemudian memasuki gerbang abstrak tahun baru,  yang penuh tanda tanya.

Nama dan era mungkin saja berubah, tapi apakah diri kita juga ikut di/dalam perubahan tersebut!? Banyak yang pesimis dan tak sedikit yang optimis, namun semuanya merasa pasti bisa melewati waktu lama kemudian  memasuki era baru.

Pasti dan Kepastian itulah  yang menjadikan banyak orang berani melupakan pahit dan kepahitan; kemudian memulai sesuatu yang sebaliknya.  Sesuatu yang  bisa menjadi awal yang lebih baik dari yang telah di bawa oleh waktu kemarin.

 

Oleh Jappy pellokila

 

100,791 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa