Pahlawan

Share Button

Stasiun Juanda, Jakarta Pusat–Pahlawan, hero, super hero, apa pun sebutannya, menunjuk pada seseorang atau orang ‘yang berani melawan;’ ia memimpin, memotivasi, membangkitkan semangat, bahkan memberi teladan agar orang-orang melawan sesuatu.

Sesuai pengembangan makna, pahlawan tak (lagi) berhubungan serta dihubungkan dengan hal-hal fisik, misalnya perkelahian, pertempuran, perang, dan sejenisnya. Melainkan, berhubungan juga dengan hal-hal soft, misalnya pendidikan, lingkungan, serta bidang-bidang hidup dan kehidupan lainnya.

Dengan demikian, mudah dipahami bahwa ada julukan atau pun gelar seperti Pahlawan Kemerdekaan, Pahlawan Lingkungan, Pahlawn Tanpa Tanda Jasa, Pahlawan Cinta, dan lain sebagainya.

Jadi, sebetulnya, setiap orang bisa menjadi pahlawan untuk masyarakat, komunitas, orang lain, atau pun diri sendiri. Pada konteks ini, dalam kekinian waktu, seseorang (bisa) menjadi pahlawan karena keberhasilan dan kemampuan memimpin, memotivasi, membangkitkan semangat, serta memberi teladan agar orang-orang melawan sesuatu. Misalnya memperbaiki kelakuan, disiplin, merobah keadaan, dan menata sesuatu sehingga lebih baik dari keadaan semula.

Pada konteks ‘zaman now,’ dikala keteladanan nyaris punah, harus membayar untuk mendapat motivasi dari para motivator, semangat kebersamaan semakin pudar, maka pahlawan dan kepahlawanan pun sulit muncul. Orang lebih suka berjuang untuk diri sendiri dan kelompoknya yang terbatas, dan merasa serta menilai diri sebagai pahlawan.

Padahal, pahlawan dan kepahlawanan itu karena karyanya nyata, terlihat, dan bermanfaat untuk masyarakat atau pun orang banyak.

So, jadilah sebagai pahlawan untuk semua.

Opa Jappy | 45 15 00

Share Button

Related posts:

REDAKSI

Suarakan Kebebasan