Paspampres Membeli Senjata Ilega!?

JAKARTA/JNC – Penjualan senjata api, dengan berbagai jenis serta kegunaan, agaknya tak surut; konsumennya bukan saja para anggota gang penjahat, namun juga aparat keamanan dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Hal tersebut terungkap di New Hampshire, Amerika Serikat.

Situs berita satuharapan.com yang mengutip abcnews.go.com, tentang pernyataan Asisten Kejaksaan AS, Bill Morse, bahwa “Kasus di New Hampshire dan negara-negara bagian lainnya yang melibatkan perdagangan senjata api ke berbagai negara, termasuk Ghana, Kanada dan Meksiko. Ini adalah kasus pertama yang saya ketahui di mana penerima yang dituju perdagangan tersebut adalah perwakilan dari pemerintah asing.”

Sementara itu, Jaksa New Hampshire, Emily Gray Rice, mengatakan, “Konsekuensi dari perdagangan senjata internasional bisa merupakan kematian.

Senjata api yang diekspor ke luar negeri secara ilegal dapat dengan mudah berakhir di tangan orang yang salah.

Penyelundupan senjata internasional akan dituntut dengan hukuman semaksimal mungkin untuk melindungi orang yang tidak bersalah, baik Amerika maupun warga negara asing, dari penggunaan senjata AS di luar negeri.”

Siapa mereka!?
Adalah Audi Sumilat, seorang anggota pasukan AD US Army, dan rekan adalah penjual senjata ke Paspampres RI.

Menurut pengakuan dan hasil pemeriksaan polisi, Sumilat bergabung dengan konspirasi itu untuk membeli senjata di Texas dan New Hampshire. Kemudian, senjata tersebut dibeli untuk anggota pengawal presiden Indonesia, yang bertugas memberikan pengamanan kepada presiden dan wakil presiden, namun, tidak bisa secara sah membeli senjata sendiri.

Sumilat dan tiga anggota pengawal presiden RI menyepakati rencana tersebut pada tahun 2014, ketika mereka ditempatkan bersama-sama untuk pelatihan di Fort Benning, Georgia.

Sumilat membeli senjata di Texas dan mengirim ke mitranya di New Hampshire, kemudian diberikan ke anggota pengawal presiden RI dalam kunjungan ke Washington D.C. dan ke kantor PBB di New York. Senjata yang dibeli tersebut diselundupkan keluar AS. Sayangnya, tak ada informasi yang jelas tentang kapan transaksi tersebut terjadi. Info terbatas, menyatakan bahwa pada saat itu, Joko Widodo belum menjadi Presiden RI.

Sumilat dinyatakan bersalah karena membuat pernyataan palsu bahwa senjata yang ia beli untuk digunakan sendir; nyatanya diselundupkan ke luar AS.

Dengan demikian ia telah “mengekspor” senjata secara ilegal. Padahal, Sumilat bisa melakukannya secara legal, jika ia mengurus lisensi eksport senjata.

Sumilat, 36 thn, cs ditangkap serta diadili karena membeli senjata (secara ilegal) dan mengirim ke anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres)  Indonesia.

Rabu 6 Juli 2016, Pengadilan Federal AS menyatakan Sumilat cs terbukti bersalah. Ia akan dijatuhi hukuman pada Oktober 2016, yaitu hukuman penjara selama 5 tahun dan denda US$ 250.000.-

Editor: Opa Jappy
JAKARTANEWS.CO
Sumber:
http://www.satuharapan.com/read-detail/read/as-ungkap-penjualan-senjata-ilegal-kepada-paspampres-ri

574 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa