Pemda DKI Jakarta Melarang Takbir Keliling

JAKARTA/JNC – Dalam hitungan hari, segenap umat Islam di Dunia, termasuk Indonesia, akan merayakan Indulfitri. Perayaan tersebut, sekaligus sebagai ungkapan syukur karena telah melewati hari-hari puasa yang melelahkan serta penuh cobaan.

Malam jelang Sholat Ied, seringkali, pada daerah-daerah tertentu di Indonesia, malam jelang Idulfitri diwarnai dengan pawai atau pun konvoi, sambil “mengarak” beduk buatan dadakan dan kumandang takbir seputar kota.

Namun, pada tahun ini, sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Pemda DKI Jakarta melarang takbir keliling. Alasanya, pada saat takbir keliling tersebut, kadang dengan truk bak terbuka, sering terjadi tindakan-tindakan merugikan seperti tawuran dan perang petasan.

Di Jakarta, rencananya, aparat gabungan dari kepolisian dan Satpol PP akan menyisir konvoi-konvoi yang melakukan takbir keliling. Mereka menyasar kendaraan bak terbuka yang mengangkut massa serta sepeda motor tanpa surat dan atau pengendaranya tidak menggunakan helm, termasuk kendaraan dari Jakarta, petugas juga akan menyisir kendaraan dari luar Jakarta. Bila ditemukan unsur pelanggaran, kendaraan akan disita dan penumpang diturunkan supaya pulang menaiki kendaraan umum.

Tanggapan MUI.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin ketika melakukan “Tausiyah Majelis Ulama Indonesia Menyambut Idul Fitri 1437 Hijriyah, Jumat, 1 Juli 2016, mengatakan bahwa,

“Takbir keliling menjadi tradisi umat Islam di Indonesia. Untuk daerah tertentu yang rawan, harus patuh dengan larangan.

MUI tidak mempersoalkan larangan takbir keliling di sejumlah kota di Indonesia, terutama di Jakarta.

Takbir keliling bukanlah keharusan jika memang rawan terjadi kemadharatan. Pemerintah daerah sebaiknya membolehkan takbir keliling jika tidak ada unsur kerawanan.”

ANTARA – JAKARTANEWS.CO

2,091 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa