Pemerkosa dari Sukabumi Terancam Hukuman Kebiri

Polres Sukabumi, Jawa Barat menjerat dua tersangka pencabulan anak dengan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 yang salah satunya mencantumkan ancaman hukuman tambahan kebiri.

Menurut Kapolres Sukabumi AKBP M Ngajib di Sukabumi, Senin 6 Juni 2016,

“Kedua tersangka tersebut yakni AG alias Enden (20) dan N alias Boy (22) keduanya mencabuli dan memperkosa gadis bernisial M (16) di salah satu rumah tersangka di Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

Kejadian pemerkosaan terhadap M saat empat orang tersangka yakni AR alias Cimon (17), AD alias Cabul (16), AG dan N di bawah pengaruh minuman keras melihat korban yang seorang diri. Mereka memperkosa secara bergiliran terhadap si korban.

Kasus ini baru terungkap setelah, M akhirnya mengaku telah diperkosa secara bergiliran oleh keempat remaja pada 21 Mei 2016 padahal kejadian pemerkosaan itu pada 28 Maret 2016.

Setelah mendapatkan laporan dari pihak keluarga korban, polisi pun langsung bergerak dan meringkus keempatnya dengan tanpa perlawanan di rumahnya masing-masing.

Keempat pelaku kami jerat dengan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, namun hanya AG dan N saja yang juga dikenakan pasal dari Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) 1/2016 tentang Perlindungan Anak yang di dalamnya berisi tentang hukuman kebiri hingga mati terhadap pelaku kekerasan terhadap anak di bawah umur.

Namun untuk kebiri, tergantung dari hasil putusan hakim pengadilan, tapi kami berharap agar pelaku kejahatan seksual seperti ini bisa dihukum maksimal sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku untuk membuat efek jera terhadap si pelakunya.”

Ancaman kebiri hanya berlaku untuk pelaku usia dewasa yakni AG dan N. Jika Hakim di Pengadilan Sukabumi memutuskan sesuai Perppu 1 Thn 2016, maka mereka akan menjadi permerkosa pertama dan kedua di Indonesia yang mendapat hukuman kebiri.

ANTARA-JAKARTANEWS.CO

463 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa