Penemuan Arkeologi Terbaru, “Membuka Tabir Asal Mula Orang Filistin”

JNC/DAUD

JAKARTA/JNC – Misteri abadi di Alkitab tentang asal mula orang Filistin kuno mungkin akhirnya terkuak. Kompleks makam di Ashkelon Israel menjadi bukti. Para arkeolog meyakini makam yang sedang mereka ekskavasi adalah milik orang Filistin.

Tulang-tulang di permakaman Ashkelon yang dipercaya sebagai sisa orang Filistin. (Foto: UPI)
Tulang-tulang di permakaman Ashkelon yang dipercaya sebagai sisa orang Filistin. (Foto: UPI)

Jejak pertama kali muncul pada tahun 2013 selama penggalian di kota Alkitab, Ashkelon. Sejak itu, tim telah menemukan kerangka lebih dari 200 orang. Temuan itu akhirnya terungkap pada hari Minggu (10/7) pada setelah hampir 30 tahun penggalian oleh Leon Levy Expedition, tim arkeolog dari Universitas Harvard, Boston College, Wheaton College Illinois dan Troy University di Alabama.

Tim ini sekarang sedang melakukan uji DNA, radiokarbon, dan tes lainnya pada sampel tulang yang ditemukan di kompleks makam tersebut. Makam bertarikh antara 11 sampai abad ke-8 sM, untuk membantu menyelesaikan perdebatan tentang asal-usul geografis orang Filistin.

Lawrence E Stager, Guru Besar Arkeologi Israel dari Harvard University di lokasi ekskavasi. (Foto: UPI)
Lawrence E Stager, Guru Besar Arkeologi Israel dari Harvard University di lokasi ekskavasi. (Foto: UPI)

Daniel M. Master, profesor arkeologi di Wheaton College dan salah satu pemimpin ekskavasi, mengatakan bahwa, “Walau para arkeolog belum mengumumkan kesimpulan, mereka mengatakan mengambil keuntungan dari kemajuan terbaru dalam pengujian DNA untuk mendapatkan hasil yang paling akurat. Setelah puluhan tahun mempelajari peninggalan orang Filistin, kita akhirnya berhadapan dengan rakyat Filistin itu sendiri. Dengan penemuan ini kita sudah dekat untuk membuka rahasia asal-usul mereka.”

Tulang-tulang manusia telah ditemukan di situs Filistin itu dalam beberapa tahun terakhir, tetapi itu sampel yang terlalu kecil untuk ditarik kesimpulan, ia menambahkan.

Para arkeolog terus merahasiakan penemuan itu selama tiga tahun hingga akhir penggalian mereka karena bahaya yang unik dari kerja arkeologi di zaman modern Israel: mereka tidak ingin menarik demonstran Yahudi ultra-Ortodoks.

Di masa lalu, kelompok ultra-Ortodoks telah melakukan demonstrasi di penggalian di tempat sisa-sisa manusia ditemukan. Mereka beralasan bahwa kerangka itu bisa jadi adalah orang Yahudi dan mengganggunya akan melanggar larangan agama.

Ekspedisi Leon Levy itu sendiri menghadapi demonstran ultra-Ortodoks pada 1990-an, selama penggalian di situs permakaman Kanaan.

Dalam Alkitab, orang Filistin digambarkan sebagai musuh bangsa Israel kuno, orang-orang asing yang bermigrasi ke barat dan menetap di lima kota utama di Filistin, di Israel selatan hari ini dan Jalur Gaza.

Orang Filistin yang paling terkenal adalah Goliat, prajurit menakutkan yang dibunuh oleh seorang muda yang kelak disebut dengan Raja Daud. Warisan orang Filistin tinggal di dalam nama Palestina, istilah Romawi untuk menyebut wilayah tersebut pada abad ke-2 dan yang digunakan saat ini oleh warga Palestina.

Arkeolog dan ahli Alkitab telah lama percaya orang Filistin datang dari wilayah Aegean, berdasarkan tembikar yang ditemukan dalam penggalian situs Filistin.

Tulang-tulang ini akan diteliti struktur DNA-nya. (Foto: UPI)
Tulang-tulang ini akan diteliti struktur DNA-nya. (Foto: UPI)

Tapi, para pakar telah mendebatkan di mana tepatnya di wilayah Aegean asal orang Filistin: daratan Yunani, kepulauan Kreta atau Siprus, atau bahkan Anatolia, di zaman modern Turki.

Tulang-tulang itu mungkin memberi jawaban, kata arkeolog Yossi Garfinkel, seorang ahli Israel untuk periode itu yang tidak berpartisipasi dalam penggalian. Dia menyebut ini adalah “penemuan yang sangat signifikan.”

Ekskavasi kuburan itu juga menjelaskan praktik penguburan orang Filistin.

Orang Filistin memakamkan jenazah bersama dengan botol parfum, ditempatkan di dekat wajah. Dekat kakinya ada guci yang kemungkinan berisi minyak, anggur, atau makanan. Dalam beberapa kasus, arkeolog menemukan orang mati dikuburkan mengenakan kalung, gelang, anting-anting, dan bahkan cincin kaki. Beberapa dikuburkan dengan senjata mereka. “Ini adalah cara orang Filistin memperlakukan mereka yang mati, dan itu buku kode untuk menguak kode segalanya,” kata arkeolog Adam Aja, peserta dalam penggalian.


Filistin adalah Palestina!?

Palestina. Bangsa Palestinia, bukan atau tidak sama dengan orang-orang Filistin, yang semasa dengan Abraham, Ishak, Ismail, Yakub, dan seterusnya.  Palestina juga bukan bangsa Filistine yang tinggal berdampingan dengan orang-orang Israel pada era Daud, Salomo, atau era Kerajaan Israel. Palestina, juga bukan termasuk orang-orang  dari luar Kanaan yang masuk ke Israel/Palestina ketika bangsa Israel ditawan ke Babel.

Ada banyak kisah tentang apa yang disebut Bangsa Palestina tersebut. Umumnya yang menyebut diri orang Palestina adalah turunan orang-orang dari berbagai latar belakang suk-etnis di Timur Tengah – Asia Kecil – dan Eropa (khususnya Romawi dan Yunani). Mereka masuk ke Palestina sejak tahun 70 (setelah penghancuran Yerusalem, dan exodusnya orang Israel keluar dari negerinya). Mereka adalah turunan tentara Roma, pedagang dari Arab, orang Persia, dan seabagainya; juga  termasuk turunan dari bala tentara Arab dan Eropa yang menyatu ketika Perang Salib.

Ketika, muncul gerakan Zionisme sekaligus pemulangan dan kembalinya orang-orang Israel yang berserak di mana-mana (dan dikemudian hari menjadi Israel yang sekrang, dan meredeka tahun 1948), mereka berhadapan dengan penduduk negeri yang telah menyapa diri sebagai Orang-orang Palestina. Orang-orang Israel tersebut, agaknya belum atau  tak menyatu dengan Orang Palestina. Ada yang memilih hidup berdampingan bersama orang-orang Israel dengan damai.

Namun, tak sedikit yang memisahkan diri, karena alasan agama dan latar belakang sosial. Sehingga tak sedikit orang-orang Palestina itu, menjadi orang-orang yang tersingkir; mereka juga tak diterima oleh satu pun negara-negara Arab di Timur Tengah dan Afrika Utara.  Mereka kini menjadi bangsa – suku – sub suku tanpa negara; negara yang betul-betul normal dan berdaulat.

Orang Palestina, kini menjadi pusat – kiblat permusuhan politik dan politisasi permusuhan antara Israel dan Negara-negara Arab, (yang juga di inpor ke Indonesia, sebagai permusuhhan Kristen  Islam). Orang Palestina, telah menjadi korban perang dan perang politik banyak kubu di Timur Tengah, bahkan Dunia. Tak sedikit air mata, derita, darah yang mereka alami, tapi semuanya belum berakhir. Dan tragisnya, tak sedikit orang Palestina yang tak tahu bagaiaman masa depannya.

OPA JAPPY

JAKARTANEWS.CO | HUFFINGTON POST UK

5,629 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa