Pengadilan NTT Meloloskan Pelaku Human Trafficking

Diduga Mafia Tindak Penjualan Orang di NTT, “bermain” di Pengadilan NTT.  Kasus lolosnya Dian Aman, merupakan indikasi yang terang benderang.

Hilangnya terdakwa Diana Aman setelah hakim pengadilan  Negeri Kupang, Nuril Huda, menanggukan  terdakwa.

Diana Aman adalah terdakwa yang memilikih Uang Miliaran Rupiah Hasil Bajual Orang terkhusus Orang NTT.  Diana Aman adalah Orang yang menjual almh Yufrinda Selan secara ilegal hingga dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan tak bernyawa.

Diana Aman telah diputus bersalah  oleh hakim  Pengadilan Negeri Kupang, 9 tahun penjara, tanpa kehadiran yang bersangkutan  di PN Kupang

Masyarakat Bertanya mengapa tidak dihadirkan  di pengadilan Negeri Kupang?

Jawabannya adalah karena sebelum putusan hukaman terhadap Diana Aman sudah terlebih dahulu ditanggukan oleh hakim dan hingga saat ini, sudah tidak dapat dilacak keberadaanya.

Peristiwa ini harus menjadi bahan refleksi untuk masyarakat NTT sehebat apa pun Polri (Polda NTT) mengungkap sindikat Human Trafficking tapi berakhir di Pemgadilan.

Para otak mafia berhasil membuat Pengadilan menangguhkan penahanan penjahat atau pelaku Tindak Pidana Penjual Orang di NTT. Dengah itu,  maka NTT akan terus dilanda malapetaka bencana kemanusiaan, serta  berdatangannya Jenasah  TKI asal NTT dari Luar Negeri.

Kita Boleh kampanyekan Anti Perdagangan Manusia tapi peristiwa hukum yang saat ini di pertontonkan dalam kasus Alm Yufrinda Selan, menunjukkan ketidakadilan pada orang kecil, khususnya keluarga korban.

Mohon bapak Presiden memanggil hakim tersebut karena menangguhkan terdakwa tanpa pengawasan; karena hal tersebut sudah merupakan kejahatan atau perbuatan melawan hukum.

3 Juni 2017

Metu Salak Selan, ayah korbab +6281337714253
melalui
Melky Musu, Juru Bicara Keluarga
+6281236651699

99,481 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa