Persahabatan adalah “Aku dan Engkau, Bukan Aku dan Benda”

Share Button

Srengseng Sawah, Jakarta Selatan–Mungkin anda dan saya pahami betul apa itu pergaulan sosial. Ya, saya setuju dengan suara hatimu saat ini, bahwa pergaulan termasuk salah satu aspek terpenting pada rentang hidup dan kehidupan manusia. Pada rentang dan durasi hidup serta kehidupan tersebut semua orang membutuhkan sesamanya; kebutuhan yang mendasat dan wajib.

Pergaulan (menyangkut, kenal dan kenalan, kawan, teman, dan sahabat atau persahabatan) dapat terjadi pada setiap waktu, di semua tempat, dengan semua pihak sesuai dengan sikon kemanusian serta profesi masing-masing. Namun, dalam ‘tata gaul,’ bisa terjadi salah bergaul, dan membangun persahabatan, sehingga ada semacam larangan, “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” Jadi, ada dua model pergaulan.

Pertama, pergaulan yang salah dan buruk.

Pergaulan yang salah, bukan berarti adanya larangan dan batasan karena tingkat sosial dan SARA, dan lain-lain, tetapi lebih menyangkut sikap dan perilaku buruk. Pada hubungan antar manusia, perlu batasan etis dan moral agar tercipta keteraturan dan ketertiban sosial.

Persahabatan yang buruk bisa terjadi di semua rentang hidup dan kehidupan seseorang; di hampir semua rentang usia; pada semua tataran hubungan dan pergaulan sosial; bisa terajdi pada semua lapisan masyarakat; dan juga pada semua profesi. Pada umumnya, hubungan persahabatan yang buruk biasanya berdampak pada ketidakaturan (kekacauan, kehancuran, kerusakan) hubungan antar manusia; bahkan dalam lingkungan hidup dan kehidupan yang lebih luas.

Kedua, persahabatan yang benar.

Persahabatan yang benar merupakan teman dalam kesusahan; ia adalah sahabat sejati, yang selaluada dan tampil ketika dibutuhkan.

Sahabat yang menjaga persahabatan melalui saling pengertian, mengerti dan memahami. Ia memperlakukan sahabatnya sebagai “Aku dan Engkau, bukan Aku dan Benda” artinya Engkau mempunyai kebebasan penuh untuk bersikap dan mengambil tindakan sendiri sesuai dengan pikiran engkau.

Jadi, dalam persahabatan, walau ada kedekatan, keakraban, serta segala sesuatu terjadi hampir tak berbatas, tetapi bukan berarti seorang sahabat kehilangan jatidiri atau kepribadiannya karenapersahabatan itu sendiri.

Persahabatan yang baik,  ada ikatan kasih persahabatan, mempunyai ciri-ciri, antara lain, melintasi batas-batas SARA; adanya kesetiaan; kebersamaan; dan keterbukaan serta kejujuran.

Umumnya, persahabatan yang baik selalu menghantar pada suasana penuh kedamaian dan kesejahteraan. Mungkin, bisa terjadi perbedaan (karena berbagai alasan) dalam persahabatan, namun biasanya membawa pada perbaikan atau ke arah yang lebih baik.

Persahabatan yang baik pun, bisa terjadi berbagai penyimpangan. Misalnya, adanya solidaritas keliru; ekploitasi untuk mencapai keuntungan.

Solidaritas yang keliru dalam persahabatan biasanya merupakan toleransi pada tindakan-tindakan buruk; bahkan menyembunyikan kesalahan dan berbagai tindak kriminal yang dilakukan sahabat tetap dan terus menerus dalam keadaannya yang buruk.

Eksploitasi persahabatan, biasanya berupa meraih keuntungan materi, kedudukan, dan untuk memperoleh kemudahan-kemudahan tertentu (karena adanya ikatan persahabatan).

#

So, monggo menilai diri sediri, ‘bagaimana nilai dan kualitas’ persahabatan anda dengan sesama atau orang lain?

Opa Jappy | Jakarta News

Share Button

Related posts:

REDAKSI

Suarakan Kebebasan