Perseroan Terbatas Pendidikan Indonesia

Pada dasarnya, manusia mengalami berbagai perkembangan yang menyangkut semua aspek hidup dan kehidupannya. Perkembangan dan perubahan yang terjadi pada tiap individu mempunyai kaitan dengan sikon serta lingkungan di mana ia berada. Ini berarti terjadi dua hal yang saling melengkapi satu sama lain;

  • pertama, karena terjadi perkembangan pada diri seseorang, maka sikon dan lingkungan di mana ia berada berubah;
  • kedua, jika sikon dan lingkungan berubah maka tiap individu di dalamnya mengalami perubahan. Adanya kaitan itu, maka seseorang berusaha agar mengalami perkembangan dan perubahan.

Tetapi, perubahan dan perkembangan global seringkali tidak dialami oleh masyarakat tertentu, misalnya komunitas yang kecil dan terbatas atau dibatasi secara geografis. Ada kelompok masyarakat yang sudah mencapai taraf kemajuan tekhnologi industri, sementara yang lain masih bergulat dalam pola-pola tradisional agraris. Atau mungkin saja, sebagian besar orang sudah mencapai era informasi (yang di dalamnya juga menyangkut industri jasa dan teknologi tinggi), namun komunitas lain masih merangkak untuk menyentuh tekhnologi sederhana. Ini berarti, terjadi ketidakseimbangan perubahan dan kemajuan. Misalnya bangsa Indonesia, ada segilintir anak bangsa telah berada dalam suasana milenium ketiga, namum banyak yang berada pada kondisi millenium kedua, serta lebih lebih banyak terkurung dalam keterbatasan millenium pertama. Langkah terbaik mencapai perubahan adalah melalui pendidikan. Pendidikan menyangkut seluruh unsur pertumbuhan dan perkembangan manusia, yaitu aspek fisik, psikologis, intelektual, sosial, serta mental-spiritual, dan lain-lain.

Oleh sebab itu, prosesnya harus dilaksanakan sedini mungkin (bahkan sejak seseorang masih ada dalam kandungan), dan dimulai di rumah (di tengah keluarga) oleh orang tua atau ayah dan ibu. Dan selanjutnya, proses pendidikan terjadi di sekolah dan lingkungan kegiatan agama serta masyarakat.

Secara umum, pendidikan dapat berarti suatu proses transformasi ilmu pengetahuan kepada generasi berikutnya. Generasi berikut tersebut mendapat pendidikan secara formal dan informal, sehingga mereka bertumbuh secara intelektual, memiliki pengalaman keagamaan, dan sikap hidup atau moral yang baik. Ini juga berarti, dalam proses pendidikan terjadi suatu proses persiapan (yang dilakukan sedini mungkin) kepada generasi berikut untuk menghadapi masa depannya. Karena merupakan persiapan untuk menghadapi masa depan, maka proses pendidikan terjadi dalam rentang waktu tertentu serta menyangkut seluruh aspek hidup dan kehidupan.

Pendidikan adalah usaha yang sengaja, sistimatis dan terarah untuk mencapai perubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan. Dalam proses tersebut terjadi interaksi yang saling mempengaruhi, membagi ilmu pengetahuan, serta pengalaman-pengalaman.

Sehingga diharapkan, setelah selesainya proses pendidikan (bukan proses belajar, karena belajar terjadi selama hidup) pada jenjang tertentu, peserta didik memperoleh kompetensi pada bidang yang ia pelajari. Kompetensi tersebut menyangkut nilai kognitif (dapat diukur dan diuji), nilai afektif (tidak dapat diukur namun dampaknya terlihat), serta tampilan psikomotoris (dapat terlihat), dalam hidup dan kehidupan sehari-hari. Pendidikan tanpa menghasilkan kompetensi tertentu, merupakan sesuatu yang tak berguna untuk peserta didik dan tidak berdampak apa-apa baginya Akan tetapi, berapa banyak anak-anak negeri ini yang bisa menikmati pendidikan yang bermutu – memadai – berkualitas sehingga menjadi modal untuk memperbaiki serta menaikan taraf hidup dan kehidupannya.!? Anda punya idea dan data ..!?

Di NKRI, sangat banyak Insitusi pendidikan atau bahkan sebagian besar Institusi pendidikann dasar dan menengah yang minimnya fasilitas, prasarana, sarana pendukung pendidikan. Minimnya anggaran negara untuk perbaikan pendidikan dan kesejahteraan para pendidik, juga merupakaan sumbangan kepada ketidakmajuan pendidikan pada berbagai daerah di Indonesia.

Pada banyak tempat di Indonesia, ditemukan sekolah-sekolah yang rusak serta minim fasilitas; hanya memiliki dua atau tiga guru yang mengajar untuk semua kelas; anak-anak usia sekolah tidak mempunyai kesempatan belajar, karena berbagai kendala sosial dan ekonomi; dan lain sebagainya.

Di samping itu, tak sedikit Institusi pendidikan di Nusantara yang telah berubah menjadi Perseroan Terbatas Pendidikan di Indonesia. Dengan demikian, institusi pendidikan yang telah menjadi PT tersebut, merupakan wadah untuk mencari keuntungan melalui pendidikan.

Pada masa kini (dan mungkin akan terus berlangsung) setiap manusia menginginkan apapun yang dilakukannya menghasilkan keuntungan secara ekonomi. Hal itu pun terjadi pada pendidikan; sehingga menjadi industri pendidikan. Ini berarti, penyelenggara pendidikan (yang berinvestasi pada insitusi pendidikan) berusaha mendapat keuntungan dari institusi yang dikelolanya. Dan upaya untuk mendapat keuntungan tersebut, menjadikan peserta didik akan membayar mahal kepada penyelengara pendidikan.

Jika itu terjadi, maka pendidikan yang telah menjadi industri pendidikan tersebut, akan menghasilkan atau menjadikan orang-orang yang berusaha agar mendapatkan kembali kerugian karena membayar mahal selama pendidikan.

Akibat dari upaya mendapatkan kembali tersebut, akan menghasilkan manusia serakah yang hanya berorientasi keuntungan ekonomi, egois, materialistik, korupsi, kolusi, nepotisme, manipulasi sekaligus merugikan dan mengkesampingkan kepentingan umum, serta mengacaukan hidup dan kehidupan masyarakat.

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2016

OPA JAPPY – JAKARTA PUSAT

464 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa