PKS Membahayakan NKRI

Penangkapan Anggota DPRD Pasuruan oleh Densus 88, beberapa waktu yang lalu, sekali lagi membuka “apa dan siapa” PKS.

Anggota DPR / DPRD yang ditangkap dan dipenjarakan karena Korupsi or Kejahatan lainnya memang banyak, dan dari bergai partai.

Tapi, yang ditangkap oleh Densus 88, hanya dari PKS. Menurut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan, M Sudiono Fauzan, 9

“Benar dia anggota Komisi IV dari PKS. Saya belum tahu permasalahannya (penangkapan). Kaget dapat informasi itu.

Kepergian M Nadir ke Kuala Lumpur di luar kepentingan dinas. Tak ada agenda dinas DPRD Kabupaten Pasuruan ke luar negeri.

Sekarang DPRD sedang persiapan untuk finalisasi pengesahan sejumlah perda. Nggak ada agenda dinas ke luar negeri.”

Muhammad Nadir Umar diamankan Tim Densus di Terminal T2 Bandara Internasional Juanda, Sabtu, sekitar pukul 15.21 WIB, usai turun dari pesawat AirAsia XT 327 rute Kuala Lumpur – Surabaya.

Saya Kaget? Tak lah.
Anggota PKS gitu lho.
Sepak terjang PKS di NKRI, tak ada manfaatnya untuk segenap bangsa dan negara

Jika googling maka bertemu judul berita menarik pada media online; antara lain, PKS Membahayakan Kepentingan Nasional (rmol), Agenda Politik PKS Membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (forum.detik), Kerja Politik PKS Membahayakan NKRI,(politi-hukum.lintas), PKS Mempertotontkan Keanifan dan Kebodohan (rmol), Waspadai Aliansi PKS-HTI Yang Bisa Membahayakan Pancasila (moslemnews), dan masih banyak lagi news online atau pun ruang diskusi medsos yang memuat berita sejenis.

Jadi, jangan heran jika ada Kader PKS yang ditangkap Densus 88.

Juga, dari berbagai sumber tersebut di atas, bisa disimpulkan bahwa PKS selalu membantah mempunyai kedekatan ideologis dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir.

Namun, banyak indikator hubungan ideologis PKS dengan Ikhwanul Muslimin, melalui cara pengkaderan, buku-buku rujukan, serta pernyataan-pernyataan dan slogan-slogan politik.

Dalam kasus Mesir misalnya, begitu gencar elit PKS mendukung Mohammad Morsy, sehingga sering mendesak pemerintahan SBY-Boediono mengutuk kudeta; kader-kader PKS pun menggelar aksi solidaritas terhadap Morsy.

Bukti terbaru, adalah dukungan PKS agar AS menyerang Suriah, sebab kelompok IM menjadi bagian pemberontak yang melawan Assad. Itulah berbahayanya sikap politik PKS.

Ego sektoral sesama Ikhwan mengalahkan kepentingan nasional Indonesia di luar negeri. Padahal politik luar negeri Indonesia adalah bebas-aktif. Tapi ini malah mendukung invasi militer. Maka benar, ideologi trans-nasional seperti ini harus diwaspadai.

Di samping itu, jika kita menelusuri web-situs dan blog orang-orang PKS maka sangat nampak bahwa mereka selalu membesar-besarkan peran Ikhawanul Muslimin di Timur Tengah dan termasuk (kata mereka) ada peran IM terhadap/untuk Indonesia.

Serta pada banyak kesempatan, sangat terlihat dengan jelas bahwa orientasi tujuan politik, kekuasaan PKS adalah tak jauh beda dengan hizbut tahrir; mereka sama-sama berencana melenyapkan Demokrasi Pancasila dan menggantikannya dengan khilafah atau pun sejenis dengan itu.

Bahkan, dari aksi-aksi PKS, tak penah satu kali pun yang mereka lakukan pure untuk anak-anak negeri (misalnya tki yang tersandung kasus di Timur Tengah, Ahmadyah, Syiah atau pun perlakukan intoleran terhadap sesama anak negeri yang beda agama).

PKS lebih suka angkat bendera tinggi, berteriak di jalan, kumpulkan kader demi Palestina, Rohingya, Mesir, dan lain-lain daripada masalah-masalah krusial yang ada di hadapan mereka, di antara rakyat RI di Nusantara.

Berdasar semuanya itu, apakan PKS masih bisa dipertahankan sebagai PARPOL di NKRI!?

Mereka ada karena alam demokrasi. Tapi atas nama demokrasi, mereka justru mau menghancurkan NKRI.

Jakarta News

101,440 kali dilihat, 22 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa