Prof. Dr. Amna Nosseir, “Cadar Tradisi Yahudi, Bukan Islam”

Anggota parlemen Mesir, Amna Nosseir, seorang profesor di bidang ilmu hukum perbandingan, mengungkapkan bahwa, cadar yang menutupi wajah perempuan bukan tradisi Islam dan tak juga diperintahkan dalam Al Quran. Hal tersebut berdasar hasil studinya selam bertahun-tahun. Menurut Dr Nosseir, mantan dekan Universitas Al-Azhar dan anggota Dewan Tertinggi Urusan Islam Mesir, “Niqab adalah tradisi umat Yahudi, bukan umat Islam. Meski di dalam Al Quran ada perintah agar para wanita menutup aurat mereka, tak ada satu pun ayat yang memerintahkan mereka menutup wajah.

Hasil studi itu, ia presentasikan ke hadapan Parlemen Mesir. Hasilnya adalah, para anggota parlemen Mesir akan melakukan pemungutan suara untuk memberlakukan larangan bagi para wanita memakai niqab alias cadar di tempat-tempat umum dan instansi pemerintah.

Otober tahun 2015, Universitas terbesar di Kairo melarang para dosen wanitanya memakai cadar. Pimpinan Universiti Kaherah melarang semua cikgu perempuannya memakai purdah kerana hal itu menghalang penyampaian kuliah kepada para pelajar, terutamanya untuk mata kuliah bahasa. Pada pilihan raya umum Mac lalu, para wanita yang memakai niqab diperintahkan membuka purdah mereka jika ingin memberi suara kerana mereka harus dikenal pasti dengan jelas.

Majoriti wanita muslim di Mesir memang memakai tudung yang menutupi rambut dan seluruh tubuh mereka. Namun jarang yang memakai purdah. meski begitu, jumlah wanita muslim yang memakai niqab mengalami peningkatan besar dalam 10 hingga 20 tahun terakhir. Untuk menghambat peningkatan ini, sebagian pihak di Mesir telah menerapkan larangan memakai niqab di muka publik.

1,029 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa