Setelah El Nino, Muncul La Nina

National Aeronautics and Space Administration (NASA) atau Badan Antariksa Amerika, menyebut kedasyatan El Nino 2015/2016 sebagaai Godzillla. Laporan terbaru Badan Kelautan dan Atmosferik Nasional (NOAA), Kamis 9 Juni 2016, menyatakan bahwa El Nino yang muncul pada Maret 20145 telah berakhir.

Wakil Direktur Pusat Perkiraan Iklim NOAA, Mike Halpert, mengatakan El Nino merupakan pemanasan alami bagian-bagian di Pasifik tengah yang mengubah cuaca di seluruh dunia. El Nino memicu kekeringan di wilayah-wilayah Afrika dan India dan musim topan di Pasifik. El Nino, juga menambah pemanasan akibat ulah manusia, di saat Bumi telah mengalami 12 bulan panas berturut-turut.

Sementara itu, ilmuwan iklim dan ahli terumbu karang dari Georgia Tech, Kim Cobb menyatakan bahwa, di wilayah-wilayah Pasifik tengah, suhu laut bahkan lebih panas, dan menyebabkan lebih banyak bahaya dibandingkan tahun 1997-98, serta meninggalkan luka yang tertoreh dalam geografi, dan tampilan terumbu karang global selama berpuluh tahun yang akan datang. Sedangkan koordinator pengawas terumbu karang NOAA Mark Eakin menyatakan bahwa El Nino ini, telah menyebabkan beberapa pemutihan dan kematian karang terburuk.

Pemanasan global akibat ulah manusia juga menyebabkan sering terjadinya El Nino. Ya, El Nino telah “berakhir,” namun kini muncul La Nina. La Nina merupakan bagian netral dari siklus alami El Nino, yaitu sisi dingin; tapi kemungkinan muncul cuaca dingin yang ekstrim.  NOAA memperkirakan ada kemungkinan 50 persen La Nina pada akhir musim panas, dan 75 persen pada akhir musim gugur.

La Nina

lanina 2Dalam bahasa latin La Nina berarti “gadis cilik”. La Nina merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan suhu muka laut di kawasan Timur equator di Lautan Pasifik, La Nina tidak dapat dilihat secara fisik, periodenya pun tidak tetap.

Pada saat terjadi La Nina. Angin pasat timur yang bertiup di sepanjang Samudra Pasifik menguat ( Sirkulasi Walker bergeser ke arah Barat ). Sehingga massa air hangat yang terbawa semakin banyak ke arah Pasifik Barat. Akibatnya massa air dingin di Pasifik Timur bergerak ke atas dan menggantikan massa air hangat yang berpindah tersebut, hal ini biasa disebut upwelling. Dengan pergantian massa air itulah suhu permukaan laut mengalami penurunan dari nilai normalnya. La Nina umumnya terjadi pada musim dingin di Belahan Bumi Utara Khatulistiwa.

Intensitas La Nina :  dilihat dari anomali suhu muka laut (SST)

    1. La Nina Lemah , yang ditetapkan jika SST bernilai <- 0.5 dan berlangsung minimal selama 3 bulan berturut-turut.
    2. La Nina sedang, yang ditetapkan jika SST bernilai antara – 0.5 s/d -1 dan berlangsung minimal selama 3 bulan berturut-turut.
    3. La Nina kuat, yang ditetapkan jika SST bernilai > -1 dan berlangsung minimal selama 3 bulan berturut-turut.

1. Kondisi La Nina

Pada tahun La Nina jumlah air laut bertemperatur rendah yang mengalir di sepanjang Pantai Selatan Amerika dan Pasifik Timur meningkat. Wilayah Pasifik Timur dan Tengah menjadi lebih dingin dari Pasifik Barat.
Ketika terjadi La Nina :

  • Angin pasat Timuran menguat, sehingga massa udara dingin meluas hingga Samudera Pasifik bagian tengah dan Timur.
  • Ini menyebabkan perubahan pola cuaca. Daerah potensi hujan meliputi wilayah Perairan Barat.

2. Kondisi Normal

Kondisi Suhu Muka Laut pada Kondisi Normal

Pada tahun-tahun normal, Suhu Muka Laut (SST) di sebelah Utara dan Timur Laut Australia ≥28°C sedangkan SST di Samudra Pasifik sekitar Amerika Selatan ±20°C (SST di Pasifik Barat 8° – 10°C lebih hangat dibandingkan dengan Pasifik Timur).

  • Angin di wilayah Samudra Pasifik Ekuatorial (Angin passat Timuran) dan air laut di bawahnya mengalir dari Timur ke Barat. Arah aliran timuran air ini sedikit berbelok ke Utara pada Bumi Belahan Utara dan ke Selatan pada Bumi Belahan Selatan.
  • Daerah yang berpotensi tumbuh awan-awan hujan adalah di Samudra Pasifik Barat, wilayah Indonesia dan Australia Utara.

La Nina, umumnya membawa lebih banyak topan ke Atlantik daripada Pasifik, tapi tidak memiliki dampak besar pada suhu musim panas atau hujan.Sering kali membawa kondisi-kondisi yang lebih kering dari kondisi normal di barat daya AS, dan kondisi-kondisi lebih basah di Pasifik barat laut.  La Nina sering membawa banyak hujan ke daerah-daerah di Australia dan Indonesia, dan suhu-suhu lebih dingin di daerah-daerah Afrika, Asia, Amerika Selatan dan Kanada.

Voa Indonesia – JakartaNews.Co

637 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share Button

Opa Jappy

Rakyat Biasa